ANALISIS SPASIAL UNTUK IDENTIFIKASI WILAYAH KERAWANAN MALARIA DI DAERAH ENDEMIS KABUPATEN SIKKA

HILARIUS YOSEF MUDA GUDIPUNG, 101614353014 (2018) ANALISIS SPASIAL UNTUK IDENTIFIKASI WILAYAH KERAWANAN MALARIA DI DAERAH ENDEMIS KABUPATEN SIKKA. Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (Abstrak)
TKL. 20-18 Gud a Abstrak.pdf

Download (19kB)
[img] Text (Fulltext)
TKL. 20-18 Gud a.pdf
Restricted to Registered users only until 28 December 2021.

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Malaria adalah penyakit menular yang disebabkan plasmodium. Malaria ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina yang mengandung Plasmodium di dalamnya. Analisis ini dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai data spasial untuk menentukan wilayah prioritas pelaksanaan program antisipasi dan penanggulangan kejadian malaria di kabupaten Sikka agar bisa lebih tepat, akurat dan bermanfaat. Tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis spasial untuk mengidentifikasi wilayah kerawanan malaria di daerah endemis kabupaten Sikka. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan menggunakan data penyakit malaria yang dilaporkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka dari tahun 2012-2016. Rancang bangun penelitian ini adalah time series yaitu penelitian dengan mengamati data pada deretan waktu tertentu. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data malaria, iklim dan data demografi yang ada di 21 kecamatan di wilayah kabupaten Sikka. Hasil penelitian di dapatkan bahwa terdapat autokorelasi spasial kasus malaria tahun 2014 dan 2015 dan tidak terdapat autokorelasi spasial tahun 2012, 2013 dan 2016. Pola penyebaran malaria yaitu pola menyebar dan mengelompok serta terdapat keragaman antar lokasi. Hubungan kasus malaria dengan umur dan jenis kelamin sesuai dengan hasil regresi spatial lag menunjukkan bahwa umur <15 tahun dan jenis kelamin laki-laki berpengaruh 40 % terhadap kasus malaria. Suhu dan ketinggian berpengaruh sebesar 20%, kelembaban berpengaruh sebesar 60%. Curah hujan tidak berpengaruh tehadap kasus malaria (p-value > 0.05). Hari hujan, kepadatan penduduk dan penyinaran matahari berpengaruh 40% (pvalue < 0.05). Kasus malaria tertinggi adalah kecamatan Mego, Talibura, Waigete, Magepanda, Kewapante, Waiblama dan Alok Barat. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu bahwa sebagian besar variabel penelitian yaitu suhu, kelembabab, hari hujan, penyinaran matahari, kepadatan penduduk, dan ketinggian berpengaruh terhadap kasus malaria di kabupaten Sikka sedangkan curah hujan tidak berpengaruh. Pola penyebaran malaria adalah menyebar dan berkelompok. Kecamatan dengan kasus malaria tertinggi adalah kecamatan Mego, Talibura, Waigete, Magepanda, Kewapante, Waiblama dan Alok Barat.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKC KK TKL. 20-18 Gud a
Uncontrolled Keywords: Analisis Spasial, Kerawanan Malaria, Endemis
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA565-600 Environmental health
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat > Magister Kesehatan Lingkungan
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
HILARIUS YOSEF MUDA GUDIPUNG, 101614353014UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorRirih Yudhastuti, Prof. Dr., drh., M.ScUNSPECIFIED
ContributorHari Basuki Notobroto, Dr., dr., M.KesUNSPECIFIED
Depositing User: Tatik Poedjijarti
Date Deposited: 28 Dec 2018 08:05
Last Modified: 28 Dec 2018 08:05
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/77356
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item