PERBEDAAN JUMLAH SEL SCHWANN PADA SERABUT SARAF INFRAORBITALIS TIKUS WISTAR YANG MENGALAMI NYERI NEUROPATIK SETELAH PEMBERIAN FREEZE-DRIED PLATELET-RICH PLASMA

ALANA PANJI ASMARADIVA, 021511133033 (2018) PERBEDAAN JUMLAH SEL SCHWANN PADA SERABUT SARAF INFRAORBITALIS TIKUS WISTAR YANG MENGALAMI NYERI NEUROPATIK SETELAH PEMBERIAN FREEZE-DRIED PLATELET-RICH PLASMA. Skripsi thesis, Fakultas Kedokteran Gigi.

[img] Text (ABSTRAK)
KG 160-18 ASM P - ABSTRAK.pdf

Download (138kB)
[img] Text (FULLTEXT)
KG 160-18 ASM P.pdf
Restricted to Registered users only until 7 January 2022.

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Latar belakang: Nyeri neuropatik dan efek samping pengobatan menyebabkan penurunan kualitas hidup, mengurangi produktivitas,dan biaya yang tinggi akibat durasi perawatan yang lama. Regenerative medicine pun menjadi alternatif efektif untuk pengobatan nyeri neuropatik, salah satunya adalah terapi Platelet-Rich Plasma (PRP). Tujuan: Membuktikan terdapat perbedaan neuroregenerasi saraf sensoris pasca crush injury setelah pemberian FD-PRP. Metode: . Pembuatan PRP dari 20 ekor darah tikus yang dikorbankan. Metode yang digunakan untuk membuat keadaan nyeri neuropatik pada hewan coba adalah metode crushing, dengan melakukan kompresi saraf infraorbitalis menggunakan artery clamp, ditahan selama 15 detik. Sediaan PRP yang diaplikasikan pada hewan coba adalah sediaan beku-kering yang dicampur dengan scaffold CMCNa 1%. Kelompok tikus dibagi menjadi enam kelompok : kontrol negatif, kontrol positif, dan perlakuan, dengan masing-masing kelompok diamati pada hari ke-14 dan 21. Jumlah sel Schwann yang dihitung adalah jumlah nuclei sel Schwann pipih berwarna ungu tua pada sediaan HPA dengan pengecatan Hematoksilin Eosin potongan melintang saraf infraorbitalis dengan perbesaran 400x. Hasil dianggap signifikan jika p<0.05. Hasil: Rerata jumlah sel Schwann paling tinggi adalah pada kelompok dengan perlakuan crushing yang diamati pada hari ke-21, rerata paling rendah adalah pada kelompok tanpa perlakuan yang diamati pada hari ke-14. Terdapat hasil yang signifikan pada perbandingan antar kelompok pada hari ke-14.Tidak terdapat hasil yang signifikan pada perbandingan antar kelompok padahari ke-21. Tidak terdapat hasil yang signifikan pada perbandingan antara kelompok hari ke-14 dengan hari ke-21. Kesimpulan: Terdapat perbedaan jumlah sel Schwann setelah pemberian FD-PRP.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKA KK KG 160/18 Asm p
Uncontrolled Keywords: PLATELET-RICH PLASMA (PRP), SEL SCHWANN, NYERI NEUROPATIK
Subjects: R Medicine > RK Dentistry > RK1-715 Dentistry
Divisions: 02. Fakultas Kedokteran Gigi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
ALANA PANJI ASMARADIVA, 021511133033UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorBAGUS SOEBADI, drg., MHPEd., Sp.PM(K)UNSPECIFIED
ContributorSAKA WINIAS, drg., M.Kes., Sp.PM.UNSPECIFIED
Depositing User: Ani Sistarina
Date Deposited: 07 Jan 2019 07:56
Last Modified: 08 Jan 2019 04:16
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/77752
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item