PROFIL TERAPI OBAT ANTI NYERI KANKER DAN EFEK SAMPING PADA PASIEN DENGAN NYERI KANKER YANG MENDAPAT TERAPI OPIOID BARU DI POLI PALIATIF DAN BEBAS NYERI RSUD DR. SOETOMO

Muhammad Rifqi Arya Putra, NIM011511133183 (2018) PROFIL TERAPI OBAT ANTI NYERI KANKER DAN EFEK SAMPING PADA PASIEN DENGAN NYERI KANKER YANG MENDAPAT TERAPI OPIOID BARU DI POLI PALIATIF DAN BEBAS NYERI RSUD DR. SOETOMO. Skripsi thesis, Fakultas Kedokteran.

[img] Text (ABSTRAK)
FK.PD.217-18 Put p abstrak.pdf

Download (232kB)
[img] Text (FULLTEXT)
FK.PD.217-18 Put p.pdf
Restricted to Registered users only until 9 January 2022.

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Latar belakang: Nyeri kanker merupakan rasa nyeri yang dirasakan seseorang akibat pertumbuhan tumor yang menekan saraf, otot, atau tulang. Setiap tahun diperkirakan 4,5 juta pasien meninggal akibat kanker dan 3,5 juta lainnya menderita nyeri kanker setiap hari. Dalam penanganannya, WHO sejak beberapa dekade lalu sudah mengeluarkan suatu tahapan terapi yaitu, WHO Three Steps Ladder yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dengan nyeri kanker. Pada dasarnya, terapi ini menggunakan obat-obatan yang naik secara bertahap hingga opioid kuat. Opioid sendiri merupakan obat penghilang nyeri yang ampuh namun, terdapat beberapa efek samping yang biasanya dapat muncul seperti, konstipasi, mual, muntah, depresi nafas, dan lain lain. Metode: Metode penelitian ini menggunakan desain retrospektif descriptive. Populasi yang dipakai pada penelitian ini adalah pasien dengan nyeri kanker yang mendapatkan terapi opioid baru di Poli Paliatif dan Bebas Nyeri RSUD Dr. Soetomo pada bulan Januari 2017 sampai dengan Desember 2017. Hal yang akan diamati adalah, obat opioid apa saja yang digunakan, efek samping yang timbul akibat penggunaan obat opioid, dan waktu muncul efek samping pertama. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan Jumlah pasien yang datang ke Poli Paliatif dan Bebas Nyeri RSUD Dr. Soetomo selama setahun sebanyak 808 pasien. Obat opioid yang paling banyak digunakan adalah codein (77.67%), lalu efek samping yang paling banyak dirasakan oleh pasien merupakan konstipasi (56.06%), dan waktu muncul efek samping pertama paling banyak adalah dari kelompok 0-2 minggu (64.71%). Kesimpulan: Di Poli Paliatif dan Bebas Nyeri RSUD Dr. Soetomo, obat opioid yang paling banyak digunakan adalah codein dengan efek samping yang paling sering dirasakan konstipasi, dan efek samping dirasakan muncul pertama kali pada kurun waktu 0-2 minggu.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKA KK FK.PD.217/18 Put p
Uncontrolled Keywords: OPIOID; CANCER PAIN; SIDE EFFECTS.
Subjects: R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology
R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology > Including massage, exercise, occupational therapy, hydrotherapy, phototherapy, radiotherapy, thermotherapy, electrotherapy
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Muhammad Rifqi Arya Putra, NIM011511133183NIM011511133183
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorHerdiani Sulistyo Putri, dr., Sp.AnUNSPECIFIED
ContributorMaftuchah Rochmanti, Dr., dr., M.KesUNSPECIFIED
Depositing User: Andri Yanti
Date Deposited: 09 Jan 2019 02:30
Last Modified: 09 Jan 2019 02:30
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/77963
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item