PERBEDAAN EKSPRESI t2rs SEBAGAI PENANDASENSITIVITAS RASA PAHIT PADA TIKUS YANG MENGKONSUMSI KOPI

INTAN NADZIRAH BINTI RIZARUSSHAM, 021511133158 (2018) PERBEDAAN EKSPRESI t2rs SEBAGAI PENANDASENSITIVITAS RASA PAHIT PADA TIKUS YANG MENGKONSUMSI KOPI. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (ABSTRAK)
ABSTRAK_KG.117 18 Riz p.pdf

Download (294kB)
[img] Text (FULLTEXT)
FULLTEXT_KG.117 18 Riz p.pdf
Restricted to Registered users only until 10 January 2022.

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Pahit merupakan salah satu dari lima rasa yaitu manis, asin, asam dan umami. Berdasarkan lima sensitivitas rasa tersebut, persepsi rasa pahit mempunyai peran dalam mekanisme pertahanan tubuh terhadap zat-zat beracun yang bertindak sebagai pengirim utama sinyal peringatan. Rasa pahit mempunyai karakter dalam memandu organisme untuk menghindari racun dan zat-zat yang berbahaya terutama dari manusia dan hewan. Rasa pahit biasanya ditemukan dalam kopi, minuman berkarbonat dan suplemen diet. Kopi Luwak Arabika merupakan salah satu kopi yang berasal dari Kepulauan Indonesia Jawa dan terkenal dengan proses yang melibatkan sistem pencernaan luwak (Paradoxurus hermaphroditus). Rasa pahit dirasakan oleh (Type II Receptor) T2R (pada manusia)/ t2r (pada hewan) yang sebagian besar diekspresikan pada sel reseptor rasa pada pengecap rasa di lidah. Reseptor ini dapat ditemukan pada papila sirkumvalata, papila foliata dan papila palatal. Rangsangan pada reseptor rasa pahit dapat memperlancar pencernaan dengan mempengaruhi aliran darah dan otot polos saluran pencernaan. Sensitivitas rasa pahit yang tinggi dapat membantu saluran pencernaan bekerja dengan menghasilkan enzim-enzim yang membantu dalam pencernaan makanan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan ekspresi t2rs sebagai penanda sensitivitas pengecap rasa pahit pada hewan coba tikus yang diberi kopi. Metode: Jenis penelitian eksperimental ini menggunakan 14 ekor tikus yang dibagi dalam dua kelompok (tujuh ekor tikus setiap kelompok). Kelompok kontrol diberi pellet dan aquadest tanpa asupan kopi; kelompok perlakuan diberi pellet, aquadest dan asupan kopi dengan dosis standar kopi 223 mg/ml/hari selama 30 hari. Semua tikus diterminasi pada hari ke-31. Hasil: Terdapat ekspresi t2rs pada tikus yang telah mengkonsumsi kopi berbanding tikus yang tidak mengkonsumsi kopi. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan ekspresi t2rs pada tikus yang telah mengkonsumsi kopi berbanding tikus yang tidak mengkonsumsi kopi

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKA KK KG.117/18 Riz p
Uncontrolled Keywords: ekspresi t2rs, sensitivitas, rasa pahit, kopi luwak
Subjects: R Medicine > RK Dentistry > RK1-715 Dentistry
R Medicine > RK Dentistry > RK641-667 Prosthetic dentistry. Prosthodontics
Divisions: 02. Fakultas Kedokteran Gigi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
INTAN NADZIRAH BINTI RIZARUSSHAM, 021511133158UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorAqsa Sjuhada Oki, drg., M. Kes.UNSPECIFIED
ContributorJenny Sunariani, Prof. Dr., drg., MSUNSPECIFIED
Depositing User: prasetyo adi nugroho
Date Deposited: 10 Jan 2019 03:09
Last Modified: 10 Jan 2019 07:23
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/78194
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item