Profil kasus hidrosefalus dengan meningoensefalitis dan non-meningoensefalitis pada pasien anak 0-18 tahun di SMF Bedah Saraf RSUD. Dr. Soetomo periode Januari – Desember 2017

Andi Lestari Rahman, NIM011511133086 PROGRAM (2018) Profil kasus hidrosefalus dengan meningoensefalitis dan non-meningoensefalitis pada pasien anak 0-18 tahun di SMF Bedah Saraf RSUD. Dr. Soetomo periode Januari – Desember 2017. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (ABSTRAK)
FK PD 177 Rah p abstrak.pdf

Download (369kB)
[img] Text (FULLTEXT)
FK PD 177 Rah p.pdf
Restricted to Registered users only until January 2022.

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Hidrosefalus adalah suatu kondisi patologis pada otak yang ditandai dengan meningkatnya tekanan intrakranial (TIK) akibat dari kelebihan cairan serebrospinal (CSS) pada ruang subaraknoid dan/ atau ventrikel (Satyanegara, 2014). Peningkatan volume CSS secara umum disebabkan oleh gangguan pembentukan aliran atau penyerapan CSS. Hidrosefalus yang terjadi dalam jangka waktu beberapa hari dapat dikategorikan sebagai hidrosefalus akut dan hidrosefalus yang terjadi dalam beberapa bulan atau beberapa tahun dapat dikategorikan sebagai hidroefalus kronis (Nelson, 2017). Insidensi kejadian hidrosefalus di Amerika serikat adalah 3 dari 1000 kelahiran (Walsh, Donnan dan Morrisey, 2016). Insiden tertinggi pada kasus pasien hidrosefalus berada pada kelompok usia batita (bawah 3 tahun). Tingginya kasus hidrosefalus pada kelompok infant disebabkan oleh prematuritas bayi yang berasosiasi dengan perdarahan intraventrikel (Tully dan Dobyns, 2014). Secara distribusi, angka kejadian tertinggi pada kasus hidrosefalus anak berada pada jenis kelamin laki-laki, namun, belum terdapat angka kejadian yang signifikan antara jenis kelamin dan angka kejadian hidrosefalus (Massimi et al., 2009). Prevalensi hidrosefalus di Belanda menunjukkan angka 0,65 per mil per tahun dan di Indonesia mencapai angka 10 per mil (Satyanegara, 2014). Negara berkembang memiliki kasus 10 kali lebih tinggi dibanding dengan negara maju (Hasbun, 2016). Status ekonomi rendah berhubungan dengan kurangnya kebutuhan pemenuhan gizi sehingga dapat berpengaruh pada kesehatan anak yang memburuk (Kulkarni, Cochrane dan McNeely, 2008). Data pasien hidrosefalus dengan meningoensafalitis dan dengan nonmeningoensefalitis masih kurang di Indonesia terutama Jawa Timur, karena itu peneliti ingin mengetahui profil pasien hidrosefalus dengan meningoensefalitis dan pasien hidrosefalus dengan non-meningoensefalitis pada pasien anak usia 0-18 tahun di SMF Bedah Saraf RSUD Dr.Soetomo. Penelitian ini menggunakan studi observasi cross sectional dari data rekam medis pasien hidrosefalus usia 0-18 tahun di Poli Bedah Saraf RSUD Dr.Soetomo Surabaya periode Januari 2017 – Desember 2017. Penelitian ini mencakup kelompok usia, jenis kelamin. Dari studi ini, didapatkan bahwa pasien total pasien hidrosefalus nonmeningoensefalitis lebih banyak dibanding hidrosefalus dengan meningoensefalitis. Jenis kelamin laki-laki lebih banyak menderita

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKA KK FK.PD.177/18 Rah p
Uncontrolled Keywords: hydrocephalus, children, meningoencephalitis, non-meningoencephalitis
Subjects: R Medicine
R Medicine > RJ Pediatrics > RJ370-550 Diseases of children and adolescents
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Andi Lestari Rahman, NIM011511133086 PROGRAMNIM011511133086 PROGRAM
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorM. Arifin Parenrengi, Dr., dr., SpBSUNSPECIFIED
ContributorViskasari P. Kalanjati, dr., M.Kes., PA(K)., Ph.D (UQ)UNSPECIFIED
Depositing User: Ika Rudianto
Date Deposited: 15 Jan 2019 01:16
Last Modified: 15 Jan 2019 01:16
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/78203
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item