HUBUNGAN GRADASI HASIL PENGECATAN BTA DAN TINGKAT KEPARAHAN BERDASARKAN KRITERIA BANDIM PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI RSUD DR. SOETOMO

Mercy Sikku, NIM011511133055 (2018) HUBUNGAN GRADASI HASIL PENGECATAN BTA DAN TINGKAT KEPARAHAN BERDASARKAN KRITERIA BANDIM PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI RSUD DR. SOETOMO. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (ABSTRAK)
FK PD 186-18 Sik h abstrak.pdf

Download (79kB)
[img] Text (FULLTEXT)
FK PD 186-18 Sik h.pdf
Restricted to Registered users only until January 2022.

Download (891kB) | Request a copy
Official URL: http:// www.lib.unair.ac.id

Abstract

Tuberkulosis Paru Merupakan salah satu penyakt infeksi kronik yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis (Mtb). Indonesia berada pada urutan ke 2 dengan penderita Tuberkulosis (TB) paru terbanyak di Dunia. Pasien dengan BTA positif (+) lebih beresiko menularkan Mtb dikarenakan banyaknya kuman yang terdapat dalam sputum penderita, selain itu BTA (+) juga memiliki mortalias 80% dibanding BTA negatif (-). Mtb mempunyai karakter batang yang tahan terhadap pewarnaan asam sehingga disebut basil tahan asam (BTA), yang diperiksakan melalui pemeriksaan sputum, akan tetapi kebanyakan pasien sulit mengeluarkan dahak untuk diperiksakan serta pengendalian penyakit menular masih sulit dilakukan di negara dengan sarana terbatas menjadi kendala bagi diagnosis TB. Pada tahun 2008 badan kesehatan di Afrika barat mengembangkan suatu sistem skoring yang sederhana yaitu Bandim TB Score yang dapat menilai keparahan pasien TB. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari hubungan gradasi pengecatan BTA terhadap tingkat keparahan berdasarkan kriteria bandim pada pasien TB paru di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Jenis penelitian ini adalah observational analitik dengan pendekatan penelitian cross-sectional. Populasi penelitian adalah pasien TB paru kasus baru yang datang berobat ke Poli TB DOTS sehingga besar sampel diambil dari total populasi pasien TB paru pada bulan Juli-September 2018. Kriteria inklusi pasien TB Paru Kasus Baru yang telah dilakukan penegakkan diagnosis pada formulir registrasi suspek, Kriteria eksklusi kasus adalah pasien yang menderita penyakit HIV/AIDS maupun penyakit paru lainnya. Variabel pada penelitian ini berupa jenis kelamin, usia, gradasi BTA serta tingkat keparahan berdasarkan kriteria Bandim. instrumen yang digunakan adalah formulir registrasi suspek TB paru. Data direkapitulasi dan untuk menguji ukuran hubungan antar 2 variabel menggunakan uji statistik chi-square dan spearmans rho.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKA KK FK.PD 186/18 Sik h
Uncontrolled Keywords: Tuberkulosis, BTA Paru, RSUD Dr. Soetomo
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA440-440.87 Study and teaching. Research
R Medicine > RC Internal medicine > RC306-320.5 Tuberculosis
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Mercy Sikku, NIM011511133055NIM011511133055
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorSoedarsono, Dr., dr., Sp.P(K)UNSPECIFIED
ContributorRebekah J. Setiabudi, Dr., dr., M.SiUNSPECIFIED
Depositing User: Ika Rudianto
Date Deposited: 14 Jan 2019 01:50
Last Modified: 14 Jan 2019 01:50
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/78242
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item