HUBUNGAN TINGGI BADAN IBU, BERAT BADAN LAHIR BAYI, ASI EKSKLUSIF DAN MP-ASI DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 24-59 BULAN

NUR HADIBAH HANUM, 101611223001 (2018) HUBUNGAN TINGGI BADAN IBU, BERAT BADAN LAHIR BAYI, ASI EKSKLUSIF DAN MP-ASI DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 24-59 BULAN. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (ABSTRAK)
FKM GZ 38 18 Han h ABSTRAK.pdf

Download (32kB)
[img] Text (FULLTEXT)
FKM GZ 38 18 Han h.pdf
Restricted to Registered users only until 11 January 2022.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Stunting adalah keadaan tubuh yang sangat pendek hingga melampaui defisit -2 SD di bawah median panjang atau tinggi badan populasi yang menjadi referensi international. Keadaan ini terjadi akibat dari kekurangan asupan berbagai macam zat gizi. Ukuran tubuh ibu mungkin menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya stunting pada anak. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara tinggi badan ibu, berat badan lahir bayi, riwayat pemberian ASI eksklusif dan riwayat pemberian MP-ASI. Penelitian cross sectional dilakukan di Kecamatan Maron Kabupaten Probolinggo. Populasi yang digunakan adalah seluruh balita usia 24 bulan sampai dengan 59 bulan di dua desa di wilayah kerja Puskesmas Maron. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode multistage random sampling dengan besar sampel 97 balita dan 97 ibu balita. Variabel independen yang diamati antara lain tinggi badan ibu, berat badan lahir bayi, pemberian ASI eksklusif dan riwayat pemberian MP-ASI. Variabel Dependen adalah kejadian Stunting. Analisis data yang digunakan adalah uji chi-square dan uji korelasi spearman. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan signifikan antara riwayat pemberian MP-ASI berdasarkan usia pertama kali diberikan MP-ASI dengan kejadian stunting (p=0,012),OR=1,568, r=- 0,182. Sebaliknya tidak ada hubungan antara riwayat pemberian MP-ASI dengan kejadian stunting yang berdasarkan frekuensi MP-ASI (p=0,208,OR=1,414, r=-0,154), jumlah MP-ASI (p=0,107, OR=1,380, r=-0,160), tekstur MP-ASI (p=0,788, OR=1,143, r=-0,056), variasi MP-ASI, responsive balita (p=0,30, OR=2,126, r=0,140) dan kebersihan MP-ASI (p=1,000, OR=1, 005, r=0,001) serta tinggi badan ibu (p=0,704, OR=1,172, r =0,062), berat badan lahir bayi (p=0,381, OR=1,279, r=-0,118), dan riwayat pemberian ASI eksklusif (p=0,081, OR=1,383, r=-0,198). Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya hubungan riwayat pemberian MP-ASI pada usia balita pertama kali diberikan MP-ASI dengan kejadian stunting pada balita. Sedangkan tinggi badan ibu, berat badan lahir bayi dan pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Maron tidak berhubungan dengan kejadian stunting pada balita. Perlu digencarkan lagi sosialisasi pada ibu agar memberikan ASI yang berkualitas dan menghentikan pemberian MP-ASI sampai balita berusia 6 bulan, sebaiknya petugas kesehatan perlu melibatkan keluarga dalam kegiatan penyuluhan agar ibu mendapatkan dukungan penuh dari keluarga terkait dengan praktik pemberian MP-ASI.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM GZ 38/18 Han h
Uncontrolled Keywords: Stunting, Tinggi Badan Ibu, Berat Badan Lahir, ASI Eksklusif, MPASI
Subjects: K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K3566-3578 Public health
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat > Gizi Kesehatan
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
NUR HADIBAH HANUM, 101611223001UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorSri Sumarmi, Dr., S.KM., M.Si.UNSPECIFIED
Depositing User: Dwi Marina
Date Deposited: 11 Jan 2019 03:32
Last Modified: 11 Jan 2019 03:32
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/78389
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item