EFEKTIVITAS MINYAK ATSIRI DAUN BANDOTAN (Ageratum conyzoides) SEBAGAI BAHAN ANESTESI PADA TRANSPORTASI IKAN KOI (Cyprinus carpio) SISTEM TERTUTUP

AYU YULIA LESTARI, 141011022 (2018) EFEKTIVITAS MINYAK ATSIRI DAUN BANDOTAN (Ageratum conyzoides) SEBAGAI BAHAN ANESTESI PADA TRANSPORTASI IKAN KOI (Cyprinus carpio) SISTEM TERTUTUP. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (Abstrak)
Abstrak.pdf

Download (249kB)
[img] Text (Fulltext)
PK BP 143 18 Les e.pdf
Restricted to Registered users only until 14 January 2022.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Hasil perikanan dapat digolongkan menurut jenis dan tempat hidupnya. Spesies ikan yang dapat dikategorikan sebagai Ikan hias salah satunya ialah ikan koi (Cyprinus carpio). Permintaan koi semakin banyak sedangkan jarak dari sentra menuju lokasi konsumen cukup jauh sehingga dibutuhkan transportasi atau pengangkutan untuk mendistribusikan komoditas sampai kepada konsumen. Transportasi/pengangkutan Ikan hidup dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu transportasi terbuka dan transportasi tertutup. Transportasi sistem tertutup dilakukan apabila jarak yang ditempuh cukup jauh dengan waktu yang lama, jika penanganan selama transportasi kurang baik maka akan mengakibatkan penurunan kualitas dan kuantitas dari ikan karena mengalami stres yang berakibat pada meningkatnya plasma kortisol dan glukosa darah. Oleh karena itu diperlukan metode yang dapat menghambat terjadinya stres pada ikan dengan menggunakan bahan yang memiliki fungsi anestesi. Bahan bius yang digunakan saat ini merupakan bahan kimia sintetik dimana merupakan cairan toksik yang meninggalkan residu dan berbahaya bagi ikan, manusia, dan lingkungan. Berdasarkan hal tersebut maka perlu usaha untuk mencari bahan anestesi alternatif yang alami terutama berasal dari tanaman, salah satunya ialah daun Bandotan (Ageratum conyzoides). Daun tersebut memiliki kandungan kimia seperti alkaloid, flavonoid, chromenes, benzofuran, dan triterpenoid. Sedangkan jika melalui proses penyulingan maka akan didapatkan minyak atsiri yang memiliki sifat mudah menguap. Daun Bandotan memiliki kandungan terpen yang berpotensi klinis sebagai bahan analgesik yakni dapat mendepresi sistem saraf pusat. Berdasarkan hal tersebut, penelitian mengenai Efektivitas Minyak Atsiri Daun Bandotan (Ageratum conyzoides) Sebagai Bahan Anestesi Pada Transportasi Ikan Koi (Cyprinus carpio) Sistem Tertutup perlu untuk dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kandungan minyak atsiri daun Bandotan terhadap lama waktu induksi dan waktu yang dibutuhkan ikan Koi untuk pulih sadar. Selain itu juga untuk mengetahui adanya pengaruh minyak atsiri daun Bandotan terhadap kualitas air , serta kelulushidupan ikan Koi selama transportasi sistem tertutup tersebut dilakukan. Penelitian dilakukan di Laboratorium Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga Surabaya. Bahan yang digunakan dalam penelitian ialah Minyak atsiri daun Bandotan, ikan koi dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan meliputi Perlakuan A (kontrol (-) 0 ppm pemeliharaan pada akuarium), Perlakuan B (kontrol (+) 0 ppm pemeliharaan pada transportasi sistem tertutup), Perlakuan C (5 ppm transportasi sistem tertutup), Perlakuan D (10 ppm transportasi sistem tertutup), Perlakuan E (15 ppm transportasi sistem tertutup), Perlakuan F (20 ppm transportasi sistem tertutup). Parameter utama yang diamati adalah lama waktu pingsan dan waktu yang dibutuhkan ikan koi untuk pulih sadar dan kelulushidupan/survival rate (SR). Parameter pendukung yang diamati adalah tachiventilasi dan kualitas air (suhu, pH, DO dan amoniak). Hasil pengamatan yang dilakukan mulai pengamatan awal yaitu 8 jam pertama hingga 8 jam ketiga selama 24 jam menunjukkan bahwa setiap perlakuan minyak atsiri daun bandotan tidak memberikan pengaruh terhadap lama waktu pingsan yang cepat pada ikan koi namun minyak atsiri tersebut memberikan pengaruh terhadap lama waktu yang dibutuhkan untuk pulih sadar yaitu kurang dari 3 menit. Perlakuan minyak atsiri daun bandotan memberikan pengaruh terhadap kelulushidupan/survival rate (SR), dimana pada perlakuan D (10 ppm transportasi sistem tertutup) mengalami mortalitas sebanyak 20%, dan pada perlakuan E (20 ppm transportasi sistem tertuup) terjadi mortalitas ikan sebanyak 25%. Rata-rata tachiventilasi tertinggi pada perlakuan F pada pengamatan 0 jam pertama (445,75 bit/3 menit) dan terendah pada E dan F pada pengamatan 8 jam pertama (53,5 bit/3 menit). Berdasarkan pengukuran kualitas air, seluruh perlakuan masih layak dan baik untuk mendukung kelangsungan hidup Cyprinus carpio selama penelitian, yaitu suhu air berkisar antara 22-28,4oC, oksigen terlarut berkisar antara 6-6,5 mg/l, pH 7 dan amoniak 0-0,2 mg/l.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK PK.BP.143/18 Les e
Uncontrolled Keywords: Minyak Atsiri; anestesi; ikan
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling > SH1-691 Aquaculture. Fisheries. Angling > SH201-399 Fisheries
Divisions: 14. Fakultas Perikanan dan Kelautan > Budidaya Perairan
Creators:
CreatorsEmail
AYU YULIA LESTARI, 141011022UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorLaksmi Sulmartiwi, r. S.Pi., MP.UNSPECIFIED
Depositing User: Turwulandari
Date Deposited: 14 Jan 2019 04:52
Last Modified: 14 Jan 2019 04:52
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/78654
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item