PRAKTIK PERNIKAHAN DINI PADA MASYARAKAT KECAMATAN MAYANGAN KOTA PROBOLINGGO

ALFARATNA SEPTI NURLAILY, 121514153016 (2018) PRAKTIK PERNIKAHAN DINI PADA MASYARAKAT KECAMATAN MAYANGAN KOTA PROBOLINGGO. Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (ABSTRAK)
Abstrak TKSB 32 18 Nur p.pdf

Download (218kB)
[img] Text (FULLTEXT)
Fulltext TKSB 32 18 Nur p.pdf
Restricted to Registered users only until 14 January 2022.

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Suku Jawa merupakan suku yang mendominasi wilayah Jawa, khususnya di Jawa Timur. Sedangkan, di kota Probolinggo, mayoritas yang mendiaminya adalah percampuran antara suku Jawa dan Madura. Dikatakan demikian karena Probolinggo menempati wilayah tapal kuda yang menjadi tempat persebaran suku Madura di Jawa. Wilayah tapal kuda atau pendalungan tersebut meliputi kota Probolinggo, Jember, Banyuwangi, Pasuruan, Lumajang, Situbondo, dan Bondowoso. Di kota Probolinggo sendiri, terdapat sebuah fenomena pernikahan dini karena ia memiliki persentase pernikahan dini tertinggi beberapa tahun belakangan ini berdasarkan sensus Badan Pusat Statistik Jawa Timur tahun 2009- 2016. Fenomena ini menjadi menarik karena meskipun sudah berada di era globalisasi, pernikahan dini tetap dilanggengkan bagi sebagian masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena pernikahan dini yang masih dipraktikkan oleh masyarakat kecamatan Mayangan di kota Probolinggo. Di dalam penelitian ini, terdapat tiga rumusan masalah, yaitu; (1) Bagaimana struktur objektif atau ruang sosial masyarakat Mayangan yang menjadi latar praktik pernikahan dini, (2) Bagaimana pernikahan dini dipraktikkan oleh masyarakat Mayangan, dan apa legitimasi yang melandasi fenomena sosial tersebut, (3) Bagaimana praktik pernikahan dini menandai adanya mobilitas kelas bagi agen atau orang yang melakukannya. Untuk mengupas fenomena pernikahan dini, digunakan teori praktik sosial oleh Pierre Bourdieu. Bourdieu membagi teori praktik sosial menjadi tiga bagian, yaitu; habitus, arena, dan kapital yang saling berkaitan dalam membentuk identitas sebuah masyarakat. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) Struktur objektif atau ruang sosial masyarakat kecamatan Mayangan yang menjadi latar pernikahan dini adalah ruang sosial menengah ke bawah. Karena terbatasnya ekonomi dan pendidikan masyarakat, mereka tidak memahami dampak buruk yang terjadi akibat pernikahan dini tersebut, (2) Legitimasi yang melandasi terjadinya pernikahan dini di kecamatan Mayangan kota Probolinggo adalah norma agama dan susila. Mayoritas penduduk kecamatan Mayangan menganut agama Islam yang melarang hubungan antara laki-laki dan perempuan jika bukan mahram. Dan sebagai upaya preventif mengenai banyaknya pengaruh pergaulan anak-anak saat ini, maka mereka menyetujui adanya praktik pernikahan dini, (3) Praktik pernikahan dini tidak dapat menandai adanya perubahan atas mobilitas kelas secara vertikal dengan mengubah status dari kelas sosial menengah ke atas, namun, mobilitas kelas yang terjadi pada para agen atau individu yang melakukan pernikahan dini adalah mobilitas kelas horizontal yang berhubungan dengan kepemilikan modal. Sebagai contoh, modal awal yang dimiliki oleh seorang individu dapat bergeser dari modal budaya menjadi modal ekonomi atau modal simbolik. Berdasarkan hasil temuan tersebut, dapat dikatakan bahwa masyarakat kecamatan Mayangan yang masih mempraktikkan pernikahan dini adalah mereka yang memiliki ruang sosial menengah ke bawah. Selain itu, norma agama dan susila disinyalir menjadi faktor penyebab terjadinya pernikahan dini karena untuk menghindari pergaulan bebas sang anak. Dan mengenai tujuan pernikahan dini untuk memperbaiki atau menaikkan kelas sosial tidak terbukti, karena mobilitas sosial yang terjadi dalam pernikahan dini oleh masyarakat kecamatan Mayangan adalah mobilitas sosial horizontal.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 TKSB 32/18 Nur p
Uncontrolled Keywords: Pernikahan Dini, Pierre Bourdieu, Teori Praktik Sosial
Subjects: H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman
Divisions: 12. Fakultas Ilmu Budaya > Magister Kajian Sastra dan Ilmu Budaya
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
ALFARATNA SEPTI NURLAILY, 121514153016UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorDiah Ariani Arimbi, , S.S., M.A., Ph.D.UNSPECIFIED
ContributorKukuh Yudha Karnanta, , S.S, M.A.UNSPECIFIED
Depositing User: S.Sos. Sukma Kartikasari
Date Deposited: 14 Jan 2019 05:12
Last Modified: 15 Jan 2019 03:00
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/78664
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item