PENGARUH PEMBERIAN PRAVASTATIN TERHADAP KADAR sENDOGLIN PADA IBU HAMIL DENGAN RESIKO TINGGI PREEKLAMPSIA YANG TELAH MENDAPAT ASAM ASETIL SALISILAT DOSIS RENDAH (RCT DI RSUD DR. SOETOMO TAHUN 2017-2018)

Yoan A. Angelina, 011318086301 (2018) PENGARUH PEMBERIAN PRAVASTATIN TERHADAP KADAR sENDOGLIN PADA IBU HAMIL DENGAN RESIKO TINGGI PREEKLAMPSIA YANG TELAH MENDAPAT ASAM ASETIL SALISILAT DOSIS RENDAH (RCT DI RSUD DR. SOETOMO TAHUN 2017-2018). Thesis thesis, Fakultas Kedokteran.

[img] Text (ABSTRAK)
TKKLI 10-18 ANG P - ABSTRAK.pdf

Download (173kB)
[img] Text (FULLTEXT)
TKKLI 10-18 ANG P.pdf
Restricted to Registered users only until 14 January 2022.

Download (3MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek kombinasi pravastatin dan asam asetil salisilat dalam mencegah peningkatan kadar soluble Endoglin (sEng) pada pasien dengan resiko preeklampsia. Metode : Penelitian ini menggunakan rancangan Randomized Controlled Trial (RCT) yang dilakukan pada 34 ibu hamil dengan faktor resiko preeklampsia yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Subjek penelitian dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Kelompok perlakuan akan mendapatkan kombinasi pravastatin 2x20 mg dan asam asetil salisilat 1x80 mg, sedangkan kelompok kontrol hanya mendapatkan asam asetil salisilat 1x80 mg saja. Penelitian ini dilakukan di Poli Hamil, Kamar Bersalin, dan Ruang Bersalin RSUD Dr. Soetomo dan RS Universitas Airlangga Surabaya pada bulan Agustus 2017 sampai dengan Mei 2018. Konsentrasi serum soluble Endoglin diambil dari darah vena ibu sebelum diberikan terapi dan sebelum melahirkan kemudian diperiksa menggunakan metode mikro ELISA dan dibandingkan atara kedua kelompok. Hasil : Dari penelitian ini kami dapatkan bahwa kadar soluble Endoglin meningkat signifikan sebelum dan sesudah terapi pada kelompok kontrol (2359,19+1244,18 pg/ml vs 6799,38+2166,97 pg/ml; p<0,001). Sedangkan kadar soluble Endoglin sebelum dan setelah terapi pada kelompok perlakuan tidak berbeda bermakna (3614,51+1598,19 pg/ml vs 3158,86+1944,06 pg/ml, p=0,066). Dari analisa lebih lanjut, pemberian terapi pada kelompok perlakuan mengurangi risiko peningkatan kadar soluble endoglin sebesar 7,5 kali lipat (RR: 7,5, CI 2,017-27,89). Kesimpulan : Penelitian ini membuktikan bahwa kombinasi pravastatin dan asam asetil salisilat dapat menghambat peningkatan kadar soluble endoglin pada pasien dengan risiko preeklampsia.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKA KK TKKLI 10/18 Ang p
Uncontrolled Keywords: Preeklampsia, Faktor resiko tinggi, kadar soluble Endoglin, ELISA, Pravastatin, Asam asetil salisilat
Subjects: R Medicine > RG Gynecology and obstetrics > RG1-991 Gynecology and obstetrics > RG159-208 Functional and systemic disorders. Endocrine gynecology
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran
Creators:
CreatorsEmail
Yoan A. Angelina, 011318086301UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorM. Aldika Akbar, dr., SpOG(K)UNSPECIFIED
Depositing User: Ani Sistarina
Date Deposited: 14 Jan 2019 05:50
Last Modified: 15 Jan 2019 06:44
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/78674
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item