PENANGANAN KONSTIPASI DENGAN TERAPI AKUPUNKTUR PADA TITIK HEGU (LI4), QUCHI (LI11), TIANSHU (ST25), DACHANGSHU (BL25), SERTA PEMBERIAN DEKOKTA BUAH TRENGGULI (Cassia fistula L.)

GUSTI NOOR BAROKATIN ISMILAH, 151410413042 (2018) PENANGANAN KONSTIPASI DENGAN TERAPI AKUPUNKTUR PADA TITIK HEGU (LI4), QUCHI (LI11), TIANSHU (ST25), DACHANGSHU (BL25), SERTA PEMBERIAN DEKOKTA BUAH TRENGGULI (Cassia fistula L.). Tugas Akhir D3 thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (abstrak)
FV.TA.PT.35-18 Ism p abstrak.pdf

Download (22kB)
[img] Text (fulltext)
FV.TA.PT.35-18 Ism p.pdf
Restricted to Registered users only until 15 January 2022.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Konstipasi adalah perubahan dalam frekuensi dan konsistensi dibandingkan dengan pola defekasi individu yang ersangkutan, yaitu frekuensi defekasi kurang dari tiga kali per minggu dan konsistensi tinja lebih keras dari biasanya. Konstipasi merupakan defekasi tidak teratur yang abnormal dan juga pengerasan feses tak normal yang membuat pasasenya sulit dan kadang menimbulkan nyeri. Konstipasi merupakan gejala berbagai penyakit saluran pencernaan yang sering menimbulkan masalah fisik dan mental. Konstipasi umumnya menimbulkan kecemasan sewaktu defikasi karena rasa nyeri yang dirasakan, nyeri perut, sampai keadaan penurunan nafsu makan dan angguan pertumbuhan. Pada kasus ini pasien terlalu banyak mengonsumsi makanan pedasdan panas, sehingga menjadikan akumulasi panas ada lambung dan lambung tidak bisa mengolah makanan. Akibat lambung tidak bisa mngolah makanan maka, terjadi penumpukan makanan dilambung menjadikan limpa lembab, ditandai dengan lidah pasien agak gemuk dan terdapat tapal gigi. Jing Ye pada lambung dan usus besar yang digunakan melembabkan feses terkuras hingga feses menjadi kering. Panas naik ke atas menjadikan mulut pasien kering, wajah kemerahan, dan gelisah. Hal tersebut menandakan panas yang menyerang Yang Ming, sehingga saya mencoba memberikan terapi dengan akupunktur dan herbal. Terapi yang di berikan untuk kasus ini adalah akupuktur pada titik Hegu (LI4), Quchi(LI11), Tianshu (ST25), Dachangshu (BL25) yang dilakukan selama 10 kali terapi. Terapi akupunktur dilakukan setiap 2 hari sekali selama 20 hari setiap penusukan dilakukan selama 15 menit, pada titik dilakukan manipulasi menggunakan jari. Terapi herbal dengan mengunakan dekokta buah trengguli (Cassia fistula L.). Terapi herbal diberikan pada pasien dengan dosis 3,6gram dengan air 36ml, dekokta buah trengguli ini diminum sehari satu kali pada pagi hari selama 21 hari.

Item Type: Thesis (Tugas Akhir D3)
Additional Information: KKA KK FV.TA.PT.35/18 Ism p
Uncontrolled Keywords: Terapi Akupunktur, Titik Hegu (Li4), Quchi (Li11), Tianshu (St25), Dachangshu (Bl25), Buah Trengguli (Cassia Fistula L.)
Subjects: R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology
Divisions: 15. Fakultas Vokasi > Departemen Kesehatan > D3 Pengobat Tradisional
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
GUSTI NOOR BAROKATIN ISMILAH, 151410413042UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorTjitra Wardani, , dr., MSUNSPECIFIED
ContributorHerra Studiawan, , Drs., MSUNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email nafisa@lib.unair.ac.id
Date Deposited: 15 Jan 2019 07:18
Last Modified: 21 Jan 2019 04:21
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/78811
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item