UJI KADAR HISTAMIN PADA IKAN MAKAREL PASIFIK (Scomber japonicus) DENGAN MENGGUNAKAN UPLC (ULTRA PERFORMANCE LIQUID CHROMATOGRAPHY) DI BKIPM (BALAI KARANTINA IKAN DAN PENGENDALIAN MUTU) HASIL PERIKANAN KELAS I SURABAYA II

MOCHAMAD HASTA CAHYA PUTRA, 141411133047 (2017) UJI KADAR HISTAMIN PADA IKAN MAKAREL PASIFIK (Scomber japonicus) DENGAN MENGGUNAKAN UPLC (ULTRA PERFORMANCE LIQUID CHROMATOGRAPHY) DI BKIPM (BALAI KARANTINA IKAN DAN PENGENDALIAN MUTU) HASIL PERIKANAN KELAS I SURABAYA II. Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Airlangga. (Unpublished)

[img] Text (ABSTRACT)
KKC KK PKL PK BP 213-18 Put u-Abstrak.pdf

Download (40kB)
[img] Text (FULLTEXT)
KKC KK PKL PK BP 213-18 Put u.pdf
Restricted to Registered users only until 17 January 2022.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Histamin merupakan turunan dari histidin yang mengalami proses dekarboksilase. Potensi penigkatan kadar histamin pada ikan Scrombidae sangat besar karena kandungan histidin bebas pada jaringan Scrombidae lebih tinggi dibandingkan dengan spesies ikan lainnya. Berdasarkan hal tersebut, Praktek Kerja Lapang bertujuan untuk menguji dan mempelajari kadar histamin menggunakan UPLC (Ultra Performance Liquid Chromatography). Praktek Kerja Lapang ini dilaksanakan di Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu Kelas I Surabaya II yang terletak di Puspa Agro Desa Jemund Kecamatan Taman Sidoarjo Jawa Timur. Metode yang digunakan dalam Praktek Kerja Lapang ini adalah metode kerja secara langsung dan metode deskriptif. Tahap pengujian meliputi preparasi 2 gram sampel, kemudian diekstraksi mengunakan 10 ml TCA 10%. Ekstrak sampel disentrifuge dengan kecepatan 3500 rpm selama 10 menit, kemudian dilakukan derivatisasi dan difilter menggunakan ukuran 0,2 μm untuk memisahkan supernatan. Pengujian histamin menggunakan UPLC dengan panjang gelombang eksitasi 350 nm dan emisi 450 nm. Fase diam menggunakan kolom tipe C-18, fase gerak menggunakan ACN 100% dan buffer (30:70, v:v) Terdapat tujuh belas sampel ikan makarel pasifik dengan sampel yang berbeda. Hasil pengujian menunjukkan seluruh sampel mengandung histamin, dengan konsentrasi antara 0,233 ppm hingga 181,734 ppm, sedangkan ambang batas histamin menurut SNI sebesar 100 ppm. Penanganan dan penyimpanan ikan makarel yang benar merupakan cara untuk menghindari kadar histamin yang berlebih, salah satunya dengan penyimpanan pada suhu dibawah 4°C.

Item Type: Other
Additional Information: KKC KK PKL PK BP 213/ 18 Put u
Uncontrolled Keywords: Pacific Mackerel (Scomber japonicus) ; Using UPLC (Ultra Performance Liquid Chromatography) ; BKIPM (Fish uarantine Station and Quality Control) Fishery Results Class I Surabaya II.
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling > SH1-691 Aquaculture. Fisheries. Angling > SH201-399 Fisheries
S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling > SH1-691 Aquaculture. Fisheries. Angling > SH201-399 Fisheries > SH334.5-334.7 Fishery technology
Divisions: 14. Fakultas Perikanan dan Kelautan > Budidaya Perairan
Creators:
CreatorsNIM
MOCHAMAD HASTA CAHYA PUTRA, 141411133047UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorM. Nur Ghoyatul Amin, S.TP., M.P., M.Sc.UNSPECIFIED
Depositing User: Mrs. Djuwarnik Djuwey
Date Deposited: 17 Jan 2019 11:31
Last Modified: 17 Jan 2019 11:31
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/79087
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item