ANALISIS DATA MORFOMETRI HIDUNG DAN ORBITA PADA PASIEN ENSEFALOKEL ANAK USIA 0 - 18 TAHUN DI POLI BEDAH SYARAF RSUD DR. SOETOMO SURABAYA BULAN JANUARI 2010 - DESEMBER 2012

Avida Marisa Ilmi, 011511133155 (2018) ANALISIS DATA MORFOMETRI HIDUNG DAN ORBITA PADA PASIEN ENSEFALOKEL ANAK USIA 0 - 18 TAHUN DI POLI BEDAH SYARAF RSUD DR. SOETOMO SURABAYA BULAN JANUARI 2010 - DESEMBER 2012. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (Abstrak)
abstrak.pdf

Download (40kB)
[img] Text (Fulltext)
FK PD 43 18 Ilm a.pdf
Restricted to Registered users only until 18 January 2022.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Ensefalokel merupakan salah satu kelainan pada otak yang disebabkan kegagalan penutupan tuba neuralis, sehingga terbentuk tonjolan isi tengkorak dan cairan serebrospinal melalui jarak pada tulang tengkorak yang melewati batas normal yang diliputi oleh kulit. Etiologinya belum jelas, tetapi teori menyebutkan bahwa ensefalokel merupakan penyakit multifaktorial. Tipe frontoetmoidal merupakan tipe yang paling sering ditemukan di Asia Tenggara. Populasi penelitian adalah semua data rekam medis pasien dengan diagnosis ensefalokel usia 0 – 18 tahun di Poli Bedah Saraf RSUD Dr. Soetomo periode Januari 2010 – Desember 2012. Variabel yang diamati adalah tipe, volume hernia sac, jarak interkantus medial, jarak interkantus lateral. Jumlah total pasien ensefalokel usia 0-18 tahun yang didapat setelah melakukan inklusi dan eksklusi adalah 50 pasien. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 27 pasien laki-laki (54%) dan 23 pasien perempuan (46%). Dari 5 tipe ensefalokel berdasarkan letak kelainan, terdapat 30 pasien (60%) terdiagnosis tipe nasofrontal, tipe nasoorbita didapatkan pada 17 pasien (34%), sedangkan tipe nasofrontoorbita, maksilonasoorbita dan nasoethmoorbita masing-masing hanya terdiagnosis pada 1 pasien (2%). Terdapat hubungan positif kuat (r=0,828) dan bermakna (p=0,000) antara volume hernia sac dan jarak interkantus medial, serta terdapat hubungan positif sedang (r=0,552) dan bermakna (p=0,000) antara volume hernia sac dan jarak interkantus lateral. Dari studi ini, didapatkan bahwa pasien laki-laki yang terdiagnosis ensefalokel lebih banyak dari perempuan. Tipe ensefalokel yang paling sering ditemukan adalah tipe nasofrontal. Tidak terdapat perbedaan bermakna volume hernia sac pada pasien laki-laki dan perempuan, juga pada 5 tipe ensefalokel. Dapat disimpulkan pula bahwa terdapat hubungan positif kuat dan bermakna antara volume hernia sac dan jarak interkantus medial, serta terdapat hubungan positif sedang dan bermakna antara volume hernia sac dan jarak interkantus lateral pada pasien ensefalokel anak usia 0-18 tahun di Poli Bedah Syaraf RSUD Dr. Soetomo, Surabaya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKA KK FK.PD.43/18 Ilm a
Uncontrolled Keywords: Encephalocele, hernial sac, medial intercanthal distance, lateral outercanthal distance
Subjects: R Medicine > R Medicine (General) > R735-854 Medical education. Medical schools. Research
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Avida Marisa Ilmi, 011511133155UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorViskasari P. Kalanjati, dr., M.Kes., PA(K)., Ph.D (UQ)UNSPECIFIED
ContributorWihasto Suryaningtyas, dr. Sp.BSUNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email dewi@lib.unair.ac.id
Date Deposited: 18 Jan 2019 04:46
Last Modified: 06 Mar 2019 05:44
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/79130
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item