TINGGI VERTIKAL BIBIR PADA MALOKLUSI KLAS I ANGLE ANAK SUKU JAWA SD NEGERI DI KECAMATAN MULYOREJO, SURABAYA

ADE RISKA PRADINA, 021111151 (2014) TINGGI VERTIKAL BIBIR PADA MALOKLUSI KLAS I ANGLE ANAK SUKU JAWA SD NEGERI DI KECAMATAN MULYOREJO, SURABAYA. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (Abstrak)
KG. 10-19 Pra t Abstrak.pdf

Download (103kB)
[img] Text (Fulltext)
KG. 10-19 Pra t.pdf
Restricted to Registered users only until 22 January 2022.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Latar Belakang: Pertumbuhan wajah umumnya ditentukan oleh ras, jenis kelamin, genetik, dan usia. Pada umur 6, 8, 13, dan 15 tahun mengalami pertumbuhan wajah yang lebih mengarah ke anteroposterior, sedangkan pada umur 7, 9, dan 13 tahun pertumbuhan wajah lebih mengarah ke vertikal. Maloklusi adalah keadaan gigi yang tidak harmonis secara estetik mempengaruhi penampilan seseorang dan mengganggu keseimbangan fungsi, baik fungsi pengunyahan maupun bicara. Maloklusi yang sudah tampak pada periode gigi pergantian akan mengalami keparahan pada saat periode gigi permanennya jika tidak dilakukan perawatam. Tujuan: Untuk mengetahui tinggi vertikal bibir atas dan bawah pada maloklusi Klas I Angle anak umur 9-11 tahun pada Suku Jawa di SD Negeri Kecamatan Mulyorejo, Surabaya. Metode: Penelitian dilakukan pada 60 siswa SD keturunan Suku Jawa di Kecamatan Mulyorejo. Dalam sampel yang telah memenuhi kriteria, dilakukan pengukuran tinggi vertikal bibir atas dan bawah menggunakan kaliper. Hasil: Dari pengukuran yang telah dilakukan pada siswa dengan maloklusi Klas I Angle maka didapatkan rata-rata nilai dari tinggi vertikal bibir atas dan tinggi vertikal bibir bawah adalah rata-rata 18.33 mm dan rata-rata 36.41 mm. Perbandingan antara tinggi vertikal bibir atas dan bawah adalah 0.5059 (1:2). Selain itu didapatkan perbedaan antara tinggi vertikal bibir atas dan bawah antara siswa perempuan dan laki-laki. Kesimpulan: Semakin meningkatnya usia semakin bertambah nilai tinggi tinggi vertikal bibir atas dan bawah. Terdapat perbedaan nilai tinggi vertikal bibir antara siswa laki-laki dan perempuan, dimana siswa laki-laki lebih tinggi nilainya dari siswa perempuan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKA KK KG. 10-19 Pra t
Uncontrolled Keywords: tinggi bibir atas, tinggi bibir bawah, vertikal, maloklusi klas I Angle
Subjects: R Medicine > RK Dentistry > RK520-528 Orthodontics
Divisions: 02. Fakultas Kedokteran Gigi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
ADE RISKA PRADINA, 021111151UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorJusuf Sjamsudin, drg., Sp.Ort(K)UNSPECIFIED
ContributorAchmad Sjafei, drg., MS., Sp.Ort(K)UNSPECIFIED
Depositing User: Tatik Poedjijarti
Date Deposited: 22 Jan 2019 07:20
Last Modified: 22 Jan 2019 07:20
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/79341
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item