INTEGRASI REGIONAL EROPA PASCA KRISIS PENGUNGSI 2015: ANALISIS PERAN AREA SCHENGEN DALAM REKONSTRUKSI IDENTITAS EROPA MELALUI ‘SPATIAL “OTHERING”’

TARA KUKUH WARDHANI, 071411231025 (2018) INTEGRASI REGIONAL EROPA PASCA KRISIS PENGUNGSI 2015: ANALISIS PERAN AREA SCHENGEN DALAM REKONSTRUKSI IDENTITAS EROPA MELALUI ‘SPATIAL “OTHERING”’. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (ABSTRAK)
ABSTRAK_Fis.HI.101 18 War i.pdf

Download (410kB)
[img] Text (FULLTEXT)
FULLTEXT_Fis.HI.101 18 War i.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text (JURNAL)
JURNAL_Fis.HI.101 18 War i.pdf

Download (861kB)
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Tulisan ini berangkat dari perdebatan mengenai relevansi motif-motif fungsional maupun neofungsional, seperti ekonomi, politik, dan mobilitas, bagi Uni Eropa untuk tetap mempertahankan pengadaan area Schengen pasca berbagai krisis ketidakamanan yang disebabkan oleh arus besar pengungsi tahun 2015. Permasalahan tersebut menjadi penting karena area Schengen telah menjadi salah satu pendorong integrasi regional Eropa yang dicanangkan oleh Uni Eropa melalui Perjanjian Amsterdam tahun 1999. Sehingga dibutuhkan analisis yang lebih menyeluruh agar dapat menjelaskan motif lain yang mendasari keputusan Uni Eropa untuk tetap mempertahankan pengadaan area Schengen. Maka, peneliti menggunakan tiga instrumen analisis dalam kerangka pemikiran yang menghasilkan tiga temuan utama untuk meninjau motif yang tidak dapat dijelaskan oleh kerangka berpikir konvensional. Pertama, menggunakan kerangka berpikir pendekatan postfungsionalisme, peneliti menganalisis terjadinya transisi bentuk ‘ordering’ area Schengen dalam proses integrasi Eropa, dari yang awalnya bersifat fungsional hingga menjadi sarat motif identitas. Kedua, menggunakan teori geopolitik kritis, peneliti menganalisis praktik ‘bordering’ yang dilakukan Uni Eropa melalui area Schengen sebagai salah satu upaya untuk mendekonstruksi identitas geografis rigid Eropa menjadi identitas geopolitik spasial sehingga mempertegas eksklusi terhadap negara-negara yang dianggap non-Eropa. Ketiga, menggunakan konsep ‘spatial “othering”’, peneliti menganalisis kemungkinan meningkatnya derajat inklusivitas Uni Eropa sebagai respon strategis terhadap krisis Schengen.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 Fis.HI.101/18 War i
Uncontrolled Keywords: Area Schengen, Uni Eropa, Integrasi Regional, Identitas, ‘Ordering’, ‘Bordering’, ‘Spatial “Othering”’, Krisis Pengungsi
Subjects: J Political Science > JV Colonies and colonization. Emigration and immigration. International migration
J Political Science > JZ International relations > JZ5-6530 International relations > JZ5511.2-6300 Promotion of peace. Peaceful change > JZ5587-6009 International security. Disarmament. Global survival
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional
Creators:
CreatorsEmail
TARA KUKUH WARDHANI, 071411231025UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSiti Rokhmawati Susanto, Dr., Phil., S.IP., M.IR.UNSPECIFIED
Depositing User: Mrs Nadia Tsaurah
Date Deposited: 22 Jan 2019 07:38
Last Modified: 22 Jan 2019 07:38
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/79349
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item