HUBUNGAN ANTARA STATUS SOSIAL EKONOMI, KAPABILITAS IBU, PRAKTEK PEMBERIAN MAKAN DAN PERAWATAN KESEHATAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 1-3 TAHUN DI KABUPATEN JEMBER

DEVI ARINE KUSUMAWARDANI, 101614153002 (2018) HUBUNGAN ANTARA STATUS SOSIAL EKONOMI, KAPABILITAS IBU, PRAKTEK PEMBERIAN MAKAN DAN PERAWATAN KESEHATAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 1-3 TAHUN DI KABUPATEN JEMBER. Thesis thesis, Fakultas Kesehatan Masyarakat.

[img] Text (ABSTRAK)
TKM.59-18 Kus h abstrak.pdf

Download (65kB)
[img] Text (FULLTEXT)
TKM.59-18 Kus h.pdf
Restricted to Registered users only until 23 January 2022.

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Stunting merupakan dampak kumulatif jangka panjang ketidakseimbangan kesehatan dan nutrisi. Stunting atau terhambatnya pertumbuhan linear merupakan ukuran terbaik ketidakseimbangan kesehatan anak karena mencakup berbagai dimensi kesehatan, perkembangan dan lingkungan anak. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara status sosial ekonomi, kapabilitas ibu, praktek pemberian makan, perawatan kesehatan dengan kejadian stunting pada anak usia 1-3 tahun. Studi case-control ini dilakukan di dua wilayah Puskesmas Arjasa dan Puskesmas Kencong kabupaten Jember sejak Maret hingga April 2018. Pemilihan sampel menggunakan teknik simple random sampling dengan total sampel sebesar 220 anak balita yang terdiri dari 110 anak stunting dan 110 anak non-stunting. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan observasi dan dianalisis menggunakan Partial Least Square. Hasil studi menunjukkan bahwa semakin baik status sosial ekonomi (pendidikan ibu, jumlah anggota keluarga, akses terhadap informasi kesehatan), kapabilitas ibu (dukungan sosial,kesejahteraan psikologis, pengambilan keputusan, otonomi), pola asuh makan, perawatan kesehatan (kunjungan posyandu, praktek cuci tangan,sumber air bersih, air minum,sanitasi), praktek pemberian makan (ASI eksklusif, makanan pendamping ASI) dan tingkat konsumsi gizi (karbohidrat,p rotein,lemak,vitamin A,zinc,zat besi) maka kejadian stunting pada anak semakin rendah. Semakin beragam jenis penyakit infeksi dengan frekuensi yang lebih sering dan durasi lebih lama maka kejadian stunting pada anak semakin tinggi. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara status sosial ekonomi, kapabilitas ibu, praktek pemberian makan, perawatan kesehatan, tingkat konsumsi gizi dan infeksi dengan kejadian stunting.Oleh karena itu disaranan untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan kapabilitas ibu dalam mengakses pelayanan kesehatan anak.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKC KK TKM.59/18 Kus h
Uncontrolled Keywords: STUNTING, FEEDING PRACTICE, MOTHER CAPABILITIES, HEALTHCARE PRACTICE
Subjects: R Medicine > RJ Pediatrics > RJ101 Child Health. Child health services
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat > Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
DEVI ARINE KUSUMAWARDANI, 101614153002UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorRoedi Irawan, Dr., dr., M.Kes., Sp.A (K)UNSPECIFIED
ContributorWindhu Purnomo, Dr., dr., M.SUNSPECIFIED
Depositing User: Andri Yanti
Date Deposited: 23 Jan 2019 07:50
Last Modified: 23 Jan 2019 07:50
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/79392
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item