PENGARUH TINGKAT LITERASI KESEHATAN REPRODUKSI TERHADAP PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH REMAJA BERBASIS TEORI HEALTH LITERACY DI SMK N X KOTA SEMARANG

LAKHMUDIEN, 101614153020 (2018) PENGARUH TINGKAT LITERASI KESEHATAN REPRODUKSI TERHADAP PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH REMAJA BERBASIS TEORI HEALTH LITERACY DI SMK N X KOTA SEMARANG. Thesis thesis, Fakultas Kesehatan Masyarakat.

[img] Text (ABSTRAK)
TKM.64-18 Lak p abstrak.pdf

Download (193kB)
[img] Text (FULLTEXT)
TKM.64-18 Lak p.pdf
Restricted to Registered users only until 25 January 2022.

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Remaja sangat rentan dengan masalah kesehatan reproduksi seperti kehamilan tidak dinginkan, aborsi, penyakit menular seksual, menjaga kebersihan organ reproduksi. Diperkirakan pada tahun 2030-2035 Indonesia akan mengalami bonus demografi, remaja saat ini akan memasuki usia produktif dalam jumlah yang lebih banyak dari pada usia non produktif. Oleh karena itu perlu dilakukan berbagai upaya dan pendekatan terutama peningkatan literasi kesehatan reproduksi remaja. literasi kesehatan adalah kemampuan pengetahuan, motivasi untuk mengakses, memahami, menilai dan menerapkan informasi kesehatan berdasarkan dimensi health care, disease prevention dan health promotion dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian menganalisis pengaruh tingkat literasi kesehatan reproduksi terhadap perilaku seksual berisiko remaja berbasis teori health literacy kesehatan di SMK N 9 Kota Semarang. Metode penelitian ini termasuk penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan di SMK N 9 Kota Semarang dengan sampel penelitian ini adalah 251 siswa kelas 10 dan 11. Hasil penelitian, tingkat literasi kesehatan reproduksi remaja berpengaruh terhadap perilaku seksual berisiko. Remaja yang mempunyai tingkat literasi rendah mempunyai perilaku seksual berisiko lebih buruk dibandingkan yang tingkat literasinya tinggi. Beberapa faktor yangs signifikan mempengaruhi tingkat literasi kesehatan reproduksi adalah motivasi (p 0,002), Dukungan Orang tua (p0,04), peran sekolah (0,006). Sementara variabel yang tidak berpengaruh usia, jenis kelamin, uang saku, pengetahuan, pengalaman pelatihan, dukungan teman sebaya, pelayanan kesehatan, paparan media, budaya dan bahasa. Kesimpulan tingkat literasi kesehatan reproduksi merupakan faktor penentu perilaku seksual berisiko remaja. Remaja yang mempunyai tingkat literasi kesehatan reproduksi rendah mempunyai perilaku seksual pranikah dibandingan dengan tingkat literasi kesehatannya tinggi.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKC KK TKM.64/18 Lak p
Uncontrolled Keywords: HEALTH LITERACY, REPRODUCTIVE HEALTH, ADOLESCENTS
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat > Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
LAKHMUDIEN, 101614153020UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorOedojo Soedirham, dr., M.PH., M.A., Ph.D.UNSPECIFIED
ContributorMohammad Zainal Fatah, Dr., Drs., M.S., M.Kes.UNSPECIFIED
Depositing User: Andri Yanti
Date Deposited: 25 Jan 2019 04:11
Last Modified: 25 Jan 2019 04:11
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/79486
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item