SITOTOKSISITAS EKSTRAK KULIT KAKAO (Theobroma cacao) TERHADAP KULTUR SEL FIBROBLAS BHK-21

FAJARIANA FITRIANI, 021511133010 (2018) SITOTOKSISITAS EKSTRAK KULIT KAKAO (Theobroma cacao) TERHADAP KULTUR SEL FIBROBLAS BHK-21. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (Abstrak)
ABSTRAK - KG.105 18 Fit s.pdf

Download (125kB)
[img] Text (Fulltext)
FULLTEXT - KG.105 18 Fit s.pdf
Restricted to Registered users only until 29 January 2022.

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Irigasi saluran akar merupakan salah satu tahapan penting untuk menunjang keberhasilan perawatan. Sodium hipoklorit (NaOCl) merupakan larutan irigasi utama yang sering digunakan namun memiliki sejumlah kekurangan yakni bersifat toksik jika diirigasi sampai ke jaringan periradikular. Kakao (Theobroma cacao) merupakan tumbuhan suku Sterculiaeae yang kulit buahnya mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan terpenoid yang terbukti dapat menghambat pembentukan biofilm pada bakteri Enterococcus faecalis yang merupakan bakteri paling resisten pada saluran akar. Ekstrak kulit kakao diharapkan dapat menjadi bahan alternatif irigasi saluran akar yang ideal, sehingga perlu dilakukan penelitian mengenai efek sitotoksisitasnya terhadap jaringan. Tujuan: Menentukan konsentrasi dari ekstrak kulit kakao yang memberikan efek sitotoksik pada sel fibroblas BHK-21. Metode: Jenis penelitian yang dilakukan adalah eksperimental laboratoris dengan menggunakan kultur sel fibroblas BHK-21. Ekstrak kulit kakao diperoleh melalui maserasi menggunakan etanol 70% dan dilakukan pengenceran dengan konsentrasi 1,56%, 3,125%, 6,125%, 12,5%, 25%, 50%, dan 100%. Sel BHK-21 dalam microplate 96 well dipaparkan dengan ekstrak kulit kakao. Uji sitotoksisitas menggunakan MTT assay dan absorbansi warna dibaca menggunakan Elisa reader. Nilai absorbansi dihitung dengan rumus sehingga didapatkan hasil akhir berupa persentase kematian sel. Hasil: Peningkatan konsentrasi ekstrak kulit kakao berbanding lurus dengan kenaikan persentase sel fibroblas BHK-21 yang mati. Kesimpulan: Konsentrasi minimum ekstrak kulit kakao yang dapat memberikan efek sitotoksik pada sel fibroblas BHK-21 adalah 6,25%.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKA KK KG.105/18 Fit s
Uncontrolled Keywords: Ekstrak kulit kakao, sitotoksisitas, MTT assay, sel fibroblas BHK-21
Subjects: R Medicine > RK Dentistry > RK1-715 Dentistry
Divisions: 02. Fakultas Kedokteran Gigi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
FAJARIANA FITRIANI, 021511133010UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorAgus Subiwahjudi,, drg., MS., Sp. KG (K)UNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with username agung
Date Deposited: 29 Jan 2019 04:35
Last Modified: 29 Jan 2019 04:35
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/79659
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item