HUBUNGAN KETERLAMBATAN BEROBAT, FELT STIGMA, DAN REAKSI KUSTA DENGAN KECACATAN KUSTA DI RS KUSTA SUMBERGLAGAH MOJOKERTO

FARISKA FIRDAUS, 101611123099 (2018) HUBUNGAN KETERLAMBATAN BEROBAT, FELT STIGMA, DAN REAKSI KUSTA DENGAN KECACATAN KUSTA DI RS KUSTA SUMBERGLAGAH MOJOKERTO. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (ABSTRAK)
ABSTRAK FKM 20 19 Fir h.pdf

Download (111kB)
[img] Text (FULLTEXT)
FULLTEXT FKM 20 19 Fir h.pdf
Restricted to Registered users only until 29 January 2022.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Kusta adalah penyakit menular yang setiap tahunnya di Indonesia selalu ditemukan kasus baru dalam jumlah yang tidak sedikit. Penyakit kusta yang tidak segera ditangani dapat menimbulkan kecacatan bagi penderitanya, kecacatan itu sendiri dapat menimbulkan berbagai masalah diantaranya selain beban fisik seperti kesulitan dalam beraktivitas namun juga beban psikis dan ekonomi yang dirasakan penderitanya. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara keterlambatan berobat, felt stigma, dan reaksi kusta dengan kecacatan. Penelitian ini merupakan penelitian observasional, menggunakan desain penelitian case control. Sampel penelitian sebesar 70 orang, diambil secara acak menggunakan systematic random sampling. Pengumpulan data meliputi identitas responden, pengukuran felt stigma, observasi terhadap tipe kusta, kecacatan, status keterlambatan berobat, dan riwayat reaksi dari penderita kusta. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar penderita kusta yang mengalami kecacatan adalah jenis kelamin laki-laki (31,4%), penderita kusta kelompok umur lansia akhir (20,0%), penderita kusta dengan tingkat pendidikan Tamat SD (18,6%), penderita kusta yang bekerja sebagai petani (15,7%), penderita kusta dengan tipe kusta MB (50,0%), penderita kusta yang terlambat berobat (28,6%), penderita kusta yang skor felt stigmanya tinggi (34,3%), dan penderita kusta dengan riwayat pernah reaksi (50,0%). Penelitian yang dilakukan di RS Kusta Sumberglagah menunjukkan adanya hubungan antara keterlambatan berobat (p=0,007), felt stigma (p=0,031), dan reaksi kusta (p=0,000) dengan kecacatan Kesimpulan dari penelitian ini adalah keterlambatan dalam berobat, tingginya felt stigma, riwayat pernah reaksi kusta dapat menyebabkan kecacatan pada penderita kusta. Sebaiknya perlu dilakukan upaya peningkatan pemberian pesan kesehatan mengenai tanda gejala kusta di puskesmas agar masyarakat yang berkunjung dapat mengetahuinya sehingga tidak terlambat berobat.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 20/19 Fir h
Uncontrolled Keywords: terlambat berobat, felt stigma, reaksi kusta, kecacatan
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA638 Immunity and immunization in relation to public health
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
FARISKA FIRDAUS, 101611123099UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorArief Hargono,, drg., M. Kes,UNSPECIFIED
Depositing User: mat sjafi'i
Date Deposited: 29 Jan 2019 08:23
Last Modified: 29 Jan 2019 08:23
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/79681
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item