KEPEMILIKAN BERSAMA PADA AKAD PEMBIAYAAN MUSYARAKAH MUTANAQISAH DI BANK SYARIAH

RAKHMA NUR LAILI HIDAYAH, 031514153035 (2018) KEPEMILIKAN BERSAMA PADA AKAD PEMBIAYAAN MUSYARAKAH MUTANAQISAH DI BANK SYARIAH. Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (Abstrak)
THB. 27-18 Hid k Abstrak.pdf

Download (85kB)
[img] Text (Fulltext)
THB. 27-18 Hid k.pdf
Restricted to Registered users only until 29 January 2022.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Dalam persoalan muamalah, syariah Islam lebih banyak memberikan pola – pola, prinsip – prinsip, dan kaidah – kaidah umum dibandingkan memberikan jenis dan bentuk muamalah secara perinci. Hal ini sesuai kaidah ushu fikihl yang berbunyi,”al-Ashlu fi al-muamalah al ibadah illa maa dalla’ala tahrimihi” (Hukum asal dalam muamalah adalah boleh sampai ada dalil yang melarangnya). Atas dasar ini, jenis dan bentuk muamalah yang kreasi dan perkembangannya diserahkan sepenuhnya kepada para ahli bidangnya. Dalam Pembiayaan Kepemilikan Rumah di Bank Syariah salah satunya menggunakan akad musyarakah mutanaqisah. Berdasarkan penjelasan dalam Fatwa DSN-MUI No. 73/DSN-MUI/XI/2008, akad musyarakah mutanaqisah merupakan gabungan akad syirkah dan ba’i al-murabahah. Terdapat risiko – risiko yang timbul dalam praktik perbankan, terkait kepemilikan bersama antara Bank dan Nasabah, seperti risiko yuridis terkait sertifikat hak kepemilikan yang langsung di atasnamakan nasabah, status para pihak dalam praktik ijarah (sewa), dsb. Maka dalam penelitian ini isu hukum yang dibahas yaitu mengenai karakteristik akad pembiayaan musyarakah mutanaqisah di bank syariah, dan juga upaya bank dalam mitigasi risiko terhadap kepemilikan bersama daam akad pembiayaan musyarakah mutanaqisah. Dalam akad musyarakah mutanaqisah terdapat kerjasama kepemilikan aset secara bersama antara Bank dan Nasabah dalam hal ini berupa rumah, dimana terdapat pembelian porsi kepemilikan (hishshah) rumah secara bertahap oleh nasabah kepada bank, sampai seluruh porsi kepemilikan (hishshah) beralih kepada nasabah. Dalam praktik, akad musyarakah mutanaqisah dituangkan dalam akad yang berbentuk akta notariil (autentik), yakni akad musyarakah mutanaqisah dan akad ijarah, sebagai bentuk multi akad yang saling berkaitan satu sama lain, dan merupakan satu kesatuan. Namun setelah menganalisis contoh akad pembiayaannya lebih lanjut, terdapat empat unsur akad yang membentuk akad musyarakah mutanaqisah, yakni akad musyarakah (syirkah), ba’i al murabahah, ijarah dan wakalah. Mitigasi risiko atas praktik pelaksaan akad, yang dilakukan oleh bank diantaranya, melakukan analisis pembiyaan, pendokumentasian akad pembiayaan dalam akta autentik, penyederhanaan sertifikat bukti kepemilikan obyek pembiayaan atas nama nasabah, serta dengan melakukan upaya represif tahapan mengatasi pembiayaan bermasalah.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 THB. 27-18 Hid k
Uncontrolled Keywords: Kepemilikan Bersama, Pembiayaan, Akad Musyarakah Mutanaqisah (MMQ), Bank Syariah
Subjects: K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K1000-1395 Commercial law > K1024-1132 Commercial contracts > K1066-1089 Banking
Divisions: 03. Fakultas Hukum > Magister Ilmu Hukum
Creators:
CreatorsEmail
RAKHMA NUR LAILI HIDAYAH, 031514153035UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorTrisadini Prasastinah Usanti, Dr., S.H., M.H.UNSPECIFIED
Depositing User: Tatik Poedjijarti
Date Deposited: 29 Jan 2019 11:28
Last Modified: 29 Jan 2019 11:28
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/79685
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item