PENGARUH PIJAT TERHADAP KENAIKAN KADAR INSULIN LIKE GROWTH FACTOR-1 DAN ANTROPOMETRI PADA BAYI PREMATUR YANG MENDAPAT AIR SUSU IBU

I.D.A.A. Sridharaswari, NIM011218116309 (2018) PENGARUH PIJAT TERHADAP KENAIKAN KADAR INSULIN LIKE GROWTH FACTOR-1 DAN ANTROPOMETRI PADA BAYI PREMATUR YANG MENDAPAT AIR SUSU IBU. Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (Abstrak)
PPDS.IKA. 01-19 Sri p Abstrak.pdf

Download (110kB)
[img] Text (Fulltext)
PPDS.IKA. 01-19 Sri p.pdf
Restricted to Registered users only until 7 February 2022.

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Latar Belakang: Terapi pijat secara konsisten menyebabkan status antropometri yang lebih besar pada bayi prematur dengan meningkatkan insulin seperti faktor pertumbuhan-1 (IGF-1) di mana memainkan peran penting dalam mendorong pertumbuhan dengan merangsang pertumbuhan sel, multiplikasi dan penghambatan apoptosis. Namun, IGF-1 terutama lebih rendah pada bayi prematur dan secara signifikan berkorelasi dengan berat lahir, panjang tubuh, dan lingkar kepala. Tujuan: Untuk menganalisis pengaruh terapi pijat pada tingkat IGF-1 dan status antropometri pada bayi prematur menyusui. Metode: Sebuah uji coba kontrol secara acak dilakukan pada bayi prematur dengan usia kehamilan kurang dari 37 minggu antara Februari - Mei 2018 di ruang perawatan Dr. Soetomo Hospital. Lima puluh bayi di kamar bayi secara acak ditugaskan untuk terapi pijat atau kelompok kontrol. Terapi pijat terdiri dari gerakan menggerakkan tubuh dan gerakan anggota tubuh pasif selama tiga, 15 menit periode per hari selama 10 hari. Data antropometri (berat, tinggi, lingkar kepala) dicatat setiap hari. Insulin Growth Factor -1 serum diperiksa pada hari 1 dan 10. Data dianalisis dengan perangkat lunak statistik menggunakan t-test dan korelasi spearman. Hasil: Peningkatan rata-rata tingkat IGF -1 pada kelompok terapi pijat adalah 4,8 (SD 4,41) dan 3,1 (SD 3,57) pada kelompok kontrol. Peningkatan rata-rata berat badan adalah 252,2 (SD 208,55) pada kelompok terapi pijat, dan 137,9 (SD 69,78) pada kelompok kontrol. Peningkatan rata-rata panjang tubuh adalah 2 (0,68) pada kelompok terapi pijat, dan 1,1 (0,33) pada kelompok kontrol. Peningkatan ratarata lingkar kepala adalah 1,5 (SD 0,82) pada kelompok terapi pijat, dan 0,9 (0,28) pada kelompok kontrol. Korelasi antara tingkat akhir IGF-1 dan berat badan adalah 0,298, IGF-1 dan panjang adalah 0,252, IGF-1 dan lingkar kepala 0,5. Korelasi antara peningkatan rata-rata IGF-1 dan berat badan adalah 0,042, IGF-1 dan panjang tubuh adalah 0,347, IGF-1 dan lingkar kepala adalah 0,078. kesimpulan Insulin like Growth Factor-1 dan status antropometri meningkat pada kedua kelompok, tetapi kelompok terapi pijat memiliki peningkatan rata-rata yang lebih tinggi secara bermakna. Peningkatan IGF-1 berkorelasi dengan peningkatan panjang tubuh.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKA KK PPDS.IKA. 01-19 Sri p
Uncontrolled Keywords: bayi prematur, terapi pijat, insulin like growth factor 1, antropometri, ASI.
Subjects: R Medicine > RJ Pediatrics
R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology > Including massage, exercise, occupational therapy, hydrotherapy, phototherapy, radiotherapy, thermotherapy, electrotherapy
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > Ilmu Kesehatan Anak
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
I.D.A.A. Sridharaswari, NIM011218116309NIM011218116309
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorIrwanto, Dr., dr., SpA(K)UNSPECIFIED
ContributorAhmad Suryawan, Dr., dr., SpA(K)UNSPECIFIED
ContributorMartono Tri Utomo, dr., SpA(K)UNSPECIFIED
Depositing User: Tatik Poedjijarti
Date Deposited: 07 Feb 2019 05:28
Last Modified: 07 Feb 2019 05:28
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/79887
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item