STRATEGI PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DALAM PENANGANAN MASALAH PELINTAS BATAS INDONESIA-TIMOR LESTE

Remigius Seran, 071614553019 (2018) STRATEGI PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DALAM PENANGANAN MASALAH PELINTAS BATAS INDONESIA-TIMOR LESTE. Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (ABSTRAK)
ABSTRAK_THI.08 18 Ser s.pdf

Download (53kB)
[img] Text (FULLTEXT)
FULLTEXT_THI.08 18 Ser s.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text (JURNAL)
JURNAL_THI.08 18 Ser s.pdf

Download (167kB)
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Salah satu perbatasan yang memiliki isu tata kelola yang pelik adalah perbatasan antara Indonesia dan Timor Leste. Urgensi untuk menata Perbatasan Antara Indonesia dan Timor Leste serta para pelintas batas didasari oleh alasan historis yang jauh lebih kompleks dibandingkan dengan penataan perbatasan Indonesia dengan Negara lain. kebijakan tata kelola perbatasan antara Indonesia dan Timor Leste dicirikan oleh: kebijakan tata kelola perbatasan mengindikasikan keinginan untuk menerapkan pendekatan terintegrasi, praktek tata kelola cenderung terfragmentasi di mana dua pendekatan sangat dominan yakni pendekatan keamanan dan pendekatan kesejahteraan sosial ekonomi. Kebijakan tata kelola perbatasan yang mengabaikan variable identitas kultural justru menghasilkan respons sebaliknya yakni penggunaan identitas kultural untuk menantang konsepsi dan kebijakan dominan versi negara dalam tata kelola perbatasan. Fenomena “jalan tikus” dan jaringan interaksi lintas batas lain yang disebut illegal oleh negara dapat dibaca sebagai sebuah bentuk perlawanan masyarakat lokal terhadap klaim kedaulatan negara atas perbatasan. Dalam kebijakan tata kelola perbatasan yang terintegrasi, pendekatan budaya harus menjadi salah satu komponen utama yang mewarnai pendekatan lain. Jailly menempatkan empat dimensi kebijakan secara sejajar, pendekatan budaya dalam kebijakan tata kelola perbatasan menjadi prinsip yang menjiwai kebijakan keamanan, politik lokal dan kebijakan ekonomi dalam tata kelola perbatasan. Konsekuensi praktis dari kajian ini adalah kebijakan bahwa tata kelola perbatasan harus keluar dari dominasi pendekatan keamanan ekonomi ke pendekatan terintegrasi. Kajian ini mengusulkan konsep ruang sosial kultural lintas batas (Trans-border social and cultural space) sebagai elemen penting dalam tata kelola perbatasan yang terintegrasi.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 THI.08/18 Ser s
Uncontrolled Keywords: Tata kelola perbatasan, Indonesia-Timor Leste, Pelintas batas budaya.
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD30.28 Strategic planning
H Social Sciences > HG Finance > HG1-9999 Finance > HG201-1496 Money > HG381-395 International coinage
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Magister Hubungan Internasional
Creators:
CreatorsEmail
Remigius Seran, 071614553019UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorVinsensio Marselino Arifin Dugis, Drs., MA., Ph.D.UNSPECIFIED
ContributorMuttaqien, S.IP., MA., Ph.D.UNSPECIFIED
Depositing User: Mrs Nadia Tsaurah
Date Deposited: 13 Feb 2019 01:44
Last Modified: 13 Feb 2019 01:44
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/80042
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item