STAN PASAR SEBAGAI JAMINAN BERDASARKAN PERJANJIAN TENTANG PEMBERIAN HAK MEMAKAI RUANG (STAN) DI BANK CENTRAL ASIA

NOVIA RIANTI, S.H., 031624253035 (2019) STAN PASAR SEBAGAI JAMINAN BERDASARKAN PERJANJIAN TENTANG PEMBERIAN HAK MEMAKAI RUANG (STAN) DI BANK CENTRAL ASIA. Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (abstrak)
abstrak.pdf

Download (58kB)
[img] Text (full text)
full text.pdf
Restricted to Registered users only until 20 February 2022.

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Hak sewa digolongkan sebagai hak perseorangan yaitu hak yang muncul karena hubungan antara subjek hukum yang satu dengan subjek hukum yang lain akibat adanya perikatan, sehingga hak ini hanya dapat dipertahankan pada orang tertentu saja. Perjanjian sewa-menyewa bertujuan untuk memberikan hak pemakaian saja, bukan hak milik atas suatu benda. Perjanjian sewa menyewa juga tidak memberikan suatu hak kebendaan, ia hanya memberikan suatu hak perserorangan terhadap orang yang menyewakan barang. Jaminan fidusia merupakan hak jaminan kebendaan yang objek jaminannya tetap berada dalam kekuasaan pemberi fidusia. Bahwa hak pemakaian ruang (stan) pasar yang berasal dari perjanjian tentang pemberian hak, bukan merupakan hak kebendaan melainkan hak perseorangan yang tidak dapat menjadi objek jaminan fidusia. Tipe penelitian hukum yang digunakan adalah doctrinal research, dengan metode pendekatan masalah berupa pendekatan peraturan perundang-undangan (Statute Approach), konseptual (Conceptual Approach), dan studi kasus (case study). Penelitian ini menganalisis kedudukan hak memakai ruang (stan) pasar sebagai benda dalam perspektif hukum jaminan dan pembebanan jaminan fidusia atas hak memakai ruang (stan) pasar oleh bank. Dari penelitian tersebut diperoleh hasil Kedudukan hak memakai ruang (stan) pasar merupakan hak sewa jika di tinjau lebih jauh dalam perjanjian hak memakai ruang. Hak memakai ruang (stan) merupakan hak perorangan dan bukan merupakan hak kebendaan dengan pertimbangan bahwa hak memakai ruang tersebut lahir dari hak sewa menyewa yang diatur dalam buku III BW. Selain itu debitor menguasai benda yang disewakan bukan bertujuan untuk memiliki benda tersebut, sehingga sewa menyewa tidak melahirkan hak kebendaan. Namun jika ditinjau lebih jauh hak memakai ruang dapat dikategorikan sebagai benda dalam perspektif hukum jaminan, dikarenakan hak memakai ruang memenuhi syarat sebagai benda yang dapat dijaminkan yaitu memiliki nilai ekonomis dan dapat dialihkan meskipun dengan persetujuan pihak lain. Mengingat hak memakai ruang merupakan hak perorangan, maka hak tersebut tidak dapat dijadikan objek jaminan dalam bentuk Gadai, Hipotek, Hak Tanggungan dan Fidusia

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK TMK 37/19 Ria s
Uncontrolled Keywords: market stall, guarantee, agreement, air rights
Subjects: K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K524-525 Treaties and other international agreements
Divisions: 03. Fakultas Hukum > Magister Kenotariatan
Creators:
CreatorsEmail
NOVIA RIANTI, S.H., 031624253035UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorTrisadini Prasastinah Usanti, Dr.S.H.,MHUNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email indah.fatma@staf.unair.ac.id
Date Deposited: 20 Feb 2019 05:46
Last Modified: 20 Feb 2019 05:46
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/80302
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item