RELASI KUASA ANTAR FAKSI DI DPW PAN JAWA TIMUR 2005-2015; PERSPEKTIF HUBUNGAN KEKUASAAN

ANDI SUWARKO, 090970416 (2018) RELASI KUASA ANTAR FAKSI DI DPW PAN JAWA TIMUR 2005-2015; PERSPEKTIF HUBUNGAN KEKUASAAN. Disertasi thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (ABSTRAK)
ABSTRAK_Dis.S.10 18 Suw r.pdf

Download (2MB)
[img] Text (FULLTEXT)
FULLTEXT_Dis.S.10 18 Suw r.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang “Relasi kuasa antar faksi di DPW PAN Jawa Timur 2005-2015; Perspektif Hubungan Kekuasaan (Power Relation)”. Adapun Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan relasi kuasa antar faksi di DPW PAN Jawa Timur Tahun 2005-2015. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metode pengumpulan data melalui wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik analisis kualitatif versi Miles dan Huberman meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan/verifikasi . Studi ini dilakukan di Dewan Pimpinan Wilayah Partai Amanat Nasional (DPW PAN) Jawa Timur 2005 - 2010. Teori yang dicabar dalam penelitian ini adalah teori Three faces of factionalism Francoise Bouchek. Temuan penelitian ini adalah suksesi kepemimpinan di internal partai politik menentukan formasi konfigurasi kekuatan politik faksi. Formasi konfigurasi kekuatan politik antar faksi dapat berupa formasi perimbangan kekuatan (balance of power) antar faksi, dan formasi dominasi kekuatan salah satu faksi (dominance of power). Pola relasi antar faksi pada formasi konfigurasi kekuatan politik antar faksi relatif berimbang dapat berwujud dalam tiga varian pola relasi yaitu relasi kompetitif, relasi konfliktual, dan relasi kooperatif. Relasi kompetitif terjadi dalam konteks persaingan antar faksi dalam mendapatkan jabatan politik (power struggle) dalam koridor peraturan partai dan dilakukan dengan damai. Relasi konfliktual terjadi dalam konteks perseteruan antar faksi dalam perebutan jabatan politik keluar dari koridor peraturan partai dan dilakukan dengan “kekerasan”. Relasi kooperatif terjadi dalam konteks kerjasama antar faksi dalam berbagai agenda dan kegiatan partai non perebutan jabatan politik. Pola relasi antar faksi pada formasi konfigurasi kekuatan politik didominasi salah satu faksi dapat berwujud dalam dua varian yaitu relasi alienasi, dan relasi subordinasi. Relasi alienasi terjadi dalam konteks peminggiran, pengasingan faksi minoritas/kecil oleh faksi dominan. Relasi subordinatif terjadi dalam konteks faksi minoritas/kecil berupaya survive dan eksis, dengan beradaptasi dengan mainstream politik faksi dominan, faksi dominan memberi ruang terbatas tanpa mengganggu kepentingan faksi dominan. Formasi konfigurasi kekuatan politik faksi relatif berimbang, dengan berbagai varian pola relasi antar faksi lebih memungkinkan terjadinya demokrasi di internal partai. Adapun formasi konfigurasi kekuatan politik faksi dominan, dengan berbagai varian pola relasi antar faksi lebih memungkinkan terjadinya oligarkhi di internal partai. Faksi dipahami sebagai instrumen politik yang bersifat taktis, klientelestik-personalistik dan berorientasi prakmatis.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Additional Information: KKB KK-2 Dis.S.10/18 Suw r
Uncontrolled Keywords: Partai Politik, Faksi, Relasi kuasa, Kompetitif, Konfliktual, Kooperatif, Alienasi, Subordinasi.
Subjects: J Political Science > JZ International relations > JZ5-6530 International relations > JZ1249-1254 Relation to other disciplines and topics
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Ilmu Sosial
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
ANDI SUWARKO, 090970416UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorRamlan Surbakti, Prof., Drs., MA., PhD.UNSPECIFIED
ContributorKris Nugroho, Dr., Drs., MSi.UNSPECIFIED
Depositing User: Mrs Nadia Tsaurah
Date Deposited: 21 Feb 2019 01:28
Last Modified: 21 Feb 2019 01:28
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/80355
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item