UJI AKTIVITAS SITOTOKSIK 4-FLUOROBENZOILUREA DENGAN METODE BST (BRINE SHRIMP LETHALITY TEST)

Frida Mariliana, 050413071 (2009) UJI AKTIVITAS SITOTOKSIK 4-FLUOROBENZOILUREA DENGAN METODE BST (BRINE SHRIMP LETHALITY TEST). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2011-fridamaril-19615-ff4211-k.pdf

Download (144kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2011-fridamaril-16369-ff4211-u.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Kanker merupakan penyebab kematian terbesar di seluruh dunia. Pada tahun 2007, dilaporkan terdapat 7,9 juta kematian atau sekitar 13% dari kematian di dunia. Sekitar 72% kematian akibat kanker di dunia terjadi pada negara dengan pendapatan rendah dan sedang. Beberapa jenis kanker utama penyebab kematian tiap tahunnya yaitu paru (1,4 juta kematian/ tahun); perut (866.000 kematian); hati (653.000 kematian); kolon (677.000 kematian); dan payudara (548.000 kematian) (World Health Organization, 2008). Peningkatan kanker di negara berkembang seperti Indonesia dapat segera diperkirakan akan menjadi kasus yang berat, terdapat kurang lebih 170-190 kasus kanker baru terjadi pada setiap 100.000 orang dan kanker berada pada urutan ke enam penyebab kematian di Indonesia setelah penyakit infeksi, penyakit kardiovaskular, kecelakaan, kekurangan gizi, dan penyakit kongenital. Data dari rumah sakit di beberapa daerah di Indonesia menunjukkan insiden kanker meningkat 2-8% per tahun pada 10 tahun terakhir (Tjindarbumi dan Mangunkusumo, 2002). Salah satu terapi untuk pengobatan kanker adalah kemoterapi yang bertujuan merusak secara selektif sel kanker tanpa mengganggu sel normal (Siswandono dan Soekardjo, 2000). Namun tujuan ini sering mengalami kegagalan dan sampai sekarang masih sedikit sekali obat antikanker yang bekerja secara selektif untuk pengobatan jenis kanker tertentu (Siswandono dan Soekardjo, 2000). Hal tersebut menjadi pendorong untuk terus dilakukannya pengembangan obat antikanker baru. (Pelton and Overhollser, 1994). Mekanisme kerja urea sebagai antikanker dengan cara menghambat pertumbuhan sel yang tidak terkontrol dan mengganggu matrik air pada sel kanker (Pelton and Overhollser, 1994). Pada perkembangannya, berdasarkan penelitian–penelitian ilmiah yang telah dilakukan diketahui senyawa-senyawa turunan urea juga berpotensi mempunyai aktivitas antikanker. Salah satunya penelitian yang dilakukan oleh Yuswandi (2008), diketahui senyawa N-benzoilurea menunjukkan aktivitas sitotoksik. Pada penelitian ini dilakukan uji aktivitas sitotoksik senyawa 4-fluorobenzoilurea yang merupakan salah satu senyawa turunan benzoilurea, yang diperoleh dari hasil sintesis oleh Siswandono (2005). Pada uji aktivitas sitotoksik senyawa 4-fluorobenzoilurea digunakan senyawa pembanding yaitu benzoilurea sebagai senyawa induk dan hidroksiurea sebagai senyawa turunan urea yang sudah digunakan secara klinis sebagai obat antikanker. Untuk mengetahui aktivitas sitotoksik senyawa 4-fluorobenzoilurea digunakan metode uji Brine Shrimp Lethality Test (BST). Hasil uji toksisitas dapat diketahui dari pengamatan selama 24 jam jumlah kematian hewan uji yaitu larva udang Artemia sp. yang berumur kurang lebih 48 jam karena pengaruh pemberian senyawa uji 4-fluorobenzoilurea dalam berbagai konsentrasi yang telah ditentukan. Konsentrasi larutan uji antara lain 1 ppm, 5 ppm , 10 ppm, 20 ppm, 30 ppm, 40 ppm dan 50 ppm yang dibuat dengan cara mengambil sebanyak 5,0 µl, 25,0 µl, 50,0 µl, 100,0 µl, 150,0 µl, 200 µl dan 250,0 µl dari larutan baku induk 1000 ppm, kemudian dimasukkan masing-masing dalam vial dan ditambahkan 10 ekor larva udang serta air laut sampai tepat 5 ml. Selanjutnya data kematian larva udang dianalisis dengan analisis probit menggunakan progam SPSS 11.5 for Windows dengan derajat kepercayaan 95% untuk menghasilkan nilai LC50 , yaitu kadar yang menyebabkan kematian hewan coba sebesar 50% (Mc Laughlin et al, 1998). Prosedur atau perlakuan yang sama juga dilakukan terhadap senyawa pembanding benzoilurea dan hidroksiurea. Dari hasil analisis probit dengan derajat kepercayaan 95% diperoleh harga LC50 untuk senyawa uji 4-fluorobenzoilurea adalah 123,27±0,02 ppm dan LC50 senyawa pembanding benzoilurea adalah 125,49±47,82 dan LC50 hidroksiurea adalah 112,06±35,30 ppm. Untuk senyawa murni, bila nilai LC50 lebih kecil dari 200 ppm, maka senyawa tersebut mempunyai aktivitas sitotoksik (Anderson et al., 1991). Berdasarkan nilai LC50 yang didapat tersebut dapat disimpulkan bahwa senyawa uji 4-fluorobenzoilurea dan senyawa pembanding benzoilurea dan hidroksiurea memiliki aktivitas sitotoksik dengan metode uji Brine Shrimp Lethality Test (BST). Untuk melihat adanya perbedaan yang bermakna antara aktivitas sitotoksik kelompok larutan uji 4-fluorobenzoilurea dengan kelompok larutan pembanding, benzoilurea dan hidroksiurea dilakukan analisis varians satu arah (one way anova) terhadap nilai LC50. Dari hasil perhitungan didapatkan F(2,6)=0,132 dan p=0,879. Nilai F hitung yang didapat kemudian dibandingkan dengan F tabel = 5,14 dgn α = 0,05, didapatkan F hitung < F tabel (0,132 < 5,14). Selain itu jika dilihat dari nilai probabilitas (p), didapatkan bahwa nilai p > 0,05. Berdasarkan nilai F dan probabilitas tersebut menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan bermakna antara aktivitas sitotoksik kelompok larutan uji 4-fluorobenzoilurea dengan kelompok larutan pembanding benzoilurea dan hidroksiurea. Sehingga dapat disimpulkan bahwa senyawa 4-fluorobenzoilurea mempunyai aktivitas sitotoksik yang tidak berbeda secara bermakna dengan senyawa benzoilurea dan hidroksiurea. Oleh karena itu perlu dilakukan uji aktivitas antikanker lebih lanjut secara invivo serta uji praklinis dan klinis.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: kkb kk-2 ff 42/11 Mar u
Uncontrolled Keywords: 4-fluorobenzoylurea, Brine Shrimp Lethality Test (BST), probit analysis, LC50, cytotoxic activity
Subjects: Q Science > QD Chemistry > QD1-999 Chemistry
Q Science > QL Zoology > QL360-599.82 Invertebrates
R Medicine > RC Internal medicine > RC0254 Neoplasms. Tumors. Oncology (including Cancer)
Divisions: 05. Fakultas Farmasi > Kimia Farmasi
Creators:
CreatorsEmail
Frida Mariliana, 050413071UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSuko Hardjono, Drs., MS., AptUNSPECIFIED
ContributorRully Susilowati, Ir., MSUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Duwi Prebriyuwati
Date Deposited: 22 Aug 2011 12:00
Last Modified: 04 Sep 2016 10:24
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/8036
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item