DINAMIKA POPULASI Scylla paramamosain Estampador, 1949 DI MUARA SUNGAI BENGAWAN SOLO UJUNGPANGKAH GRESIK JAWA TIMUR

Anita Putri Maharsari, 081614153007 (2018) DINAMIKA POPULASI Scylla paramamosain Estampador, 1949 DI MUARA SUNGAI BENGAWAN SOLO UJUNGPANGKAH GRESIK JAWA TIMUR. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (Abstrak)
TB. 05-19 Mah d Abstrak.pdf

Download (107kB)
[img] Text (Fulltext)
TB. 05-19 Mah d.pdf
Restricted to Registered users only until 22 February 2022.

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Scylla paramamosain Estampador, 1949 merupakan komoditi unggulan dari Kementerian Kelautan Perikanan Republik Indonesia, sehingga perlu adanya usaha pelestarian untuk menghindari terjadinya overfishing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika populasi meliputi struktur populasi, sex ratio, proporsi jumlah, korelasi karakter morfometri dengan berat tubuh, faktor kondisi dan TKG Scylla paramamosain di muara sungai Bengawan Solo, Ujungpangkah, Gresik, Jawa Timur. Penelitian ini dimulai Nopember 2016 – Oktober 2017. Data yang dikumpulkan 1.210 sampel, terdiri dari 664 jantan dan 546 betina dengan metode dan pendekatan fisher based survey, pengamatan karakteristik morfometri dilakukan tiap bulan, sedangkan pengamatan morfologi dan histologi gonad betina pada bulan Juli – Oktober 2017. Analisis data untuk struktur populasi perbedaan jumlah jantan dan betina menggunakan uji t pada α = 5%, sex ratio dengan uji chi square, perbedaan proporsi jumlah dengan mencari nilai selisih 2 populasi pada p.0,05, korelasi morfometri dan berat tubuh W = aLKb, mencari nilai R dan nilai b melalui persamaan linier, nilai b dilakukan uji t test terhadap 3 untuk mengetahui pola pertumbuhan, faktor kondisi dengan mencari nilai K menggunakan rumus K = 100W/L3, dan TKG dihitung nilai proporsi matang gonad dan tidak matang gonad kemudian diuji dengan mencari nilai selisih 2 populasi pada p.0,05. Hasil penelitian didapatkan nilai uji t perbedaan rata-rata jumlah jantan dan betina 0,583 dan 0,584 p.0,05, sig > 0,05 artinya tidak ada perbedaan jumlah jantan dan betina. Korelasi lebar karapas dan berat jantan dan betina menghasilkan nilai t sebesar 0,72 dan 0,75, artinya nilai t hitung > sig. 0,05, sehingga menunjukkan bahwa nilai b ≠ 3, menunjukkan pola pertumbuhan allometrik. Sex ratio Jantan : Betina sebesar 1 : 0,82, χ2hit 5,75 > χ2 tab 3,84 artinya ada perbedaan perbandingan antara jantan dan betina dalam 1 tahun. Nilai faktor kondisi rata-rata kepiting jantan dan betina 20,71 ± 4,88 dan 17,45 ± 2,97. Nilai proporsi rata-rata matang gonad 37,93% dan yang tidak matang gonad 62,07%, nilai z = 1,045 artinya nilai tersebut diantara -1,96 dan +1,96 sehingga tidak ada perbedaan proporsi betina matang gonad dan tidak matang gonad dalam 1 tahun.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKC KK TB. 05-19 Mah d
Uncontrolled Keywords: Scylla pramamosain, dinamika populasi, proporsi jantan betina, hubungan panjang berat, faktor kondisi dan tingkat kematangan gonad
Subjects: Q Science > QH Natural history > QH301 Biology
Divisions: 08. Fakultas Sains dan Teknologi > Program Studi Biologi (S2)
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Anita Putri Maharsari, 081614153007UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorAgoes Soegianto, Prof. Dr. Ir., DEAUNSPECIFIED
ContributorBambang Irawan, Prof. Dr., M. ScUNSPECIFIED
Depositing User: Tatik Poedjijarti
Date Deposited: 22 Feb 2019 04:45
Last Modified: 22 Feb 2019 07:27
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/80402
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item