PERAN PELAKU KEBUDAYAAN DALAM MENJAGA KELESTARIAN KESENIAN WAYANG KULIT SEBAGAI SALAH SATU WARISAN BUDAYA DI KOTA BATU

ADITYA DIONASMI N.F.S, 071210213053 (2018) PERAN PELAKU KEBUDAYAAN DALAM MENJAGA KELESTARIAN KESENIAN WAYANG KULIT SEBAGAI SALAH SATU WARISAN BUDAYA DI KOTA BATU. Tugas Akhir D3 thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (ABSTRAK)
ABSTRAK_FV.PW.73 18 Adi p.pdf

Download (341kB)
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Kemajuan pengetahuan dan teknologi menimbulkan dampak terhadap kondisi dan pola kehidupan sosial dan budaya bangsa. Terjadinya pertukaran dan percampuran kebudayaan merupakan salah satu yang muncul di era modern saat ini. Masuknya kebudayaan asing ke daerah dan pesatnya pengembangan teknologi membuat efek berkesinambungan terhadap perkembangan seni budaya di suatu daerah mengalami keterpurukan seperti halnya atraksi kesenian wayang kulit. Para pegiat budaya dan seniman dituntut untuk kembali membuat masyrakat tertarik akan kebudayaan tradisional tersebut. Apabila para pegiat budaya dalam hal ini seperti dalang dan para seniman tidak kreatif dalam mengemas pementasan maka tidak akan ada pagelaran wayang kulit yang mampu menarik perhatian masyrakat dan wayang kulit tidak dapat diajdikan daya tarik wisata. Dari hal tersebut, maka penelitian ini memiliki rumusan masalah yaitu : Bagaimana kah tata cara pagelaran kesenian wayang kulit di batu,malang dan bagaimanakah peran dan pengaruh pelaku kebudayaan dalam melestarikan kesenian wayang kulit sebagai warisan budaya di batu, malang? Dimana dalam penelitian ini metode yang digunakan dalam penyajian yaitu metode dengan pendekatan kualitatif, maksud dari hal tersebut melakukan analisis terhadap hal-hal yang menimbulkan masalah, disisi lain pendekatan secara teoritis dengan pemikiran yang rasional. Sehingga akan menghasilkan data berupa catatan dan tingkah laku masyrakat yang diteliti. Hasil dari penenltian ini menemukan hal berupa perubahan sastra yang digunakan dimana pada zaman dahulu menggunakan bahasa jawa kawi (bahasa jawa halus) namun saat ini telah diimprovisasi dengan bahasa jawa umum yang mampu dipahami dan dimenegerti oleh masyarakat umum, dari iringan zaman dahulu murni menggunakan perangkat karawitan akan tetapi sat ini telah berkembang dengan juga menggunakan alat alat musik modern seperti drum, dan juga organ sebagai bagian dari iringan. Pada pagelaran zaman dulu pencahayaan masih menggunakan “obor” atau dalam istilah jawa disebut sebagai “lampu ublik” sebagai pencahayaan . saat ini hal itu telah berkembang dimana disetiap pagelaran telah menggunakan lampu dengan daya lebih besar dan pencahayaan yang lebih baik hasilnya daripada menggunakan pencahyaan tradisional tersebut. peneliti pun akan menjabarkan suatu perubahan bentuk dari pagelaran wayang kulit tersebut antara lain sebagai berikut : Kemajuan Teknologi Pergeseran Nilai Pandangan Masyarakat

Item Type: Thesis (Tugas Akhir D3)
Additional Information: KKB KK-2 FV.PW.73/18 Adi p (TLP)
Uncontrolled Keywords: pweilaku, kebudayaan, kesenian, wayang kulit
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM621-656 Culture
N Fine Arts
Divisions: 15. Fakultas Vokasi > Departemen Bisnis > D3 Kepariwisataan/Bina Wisata
Creators:
CreatorsEmail
ADITYA DIONASMI N.F.S, 071210213053UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorNur Emma Suriani, S.Sos.UNSPECIFIED
Depositing User: Mrs Nadia Tsaurah
Date Deposited: 27 Feb 2019 05:59
Last Modified: 27 Feb 2019 05:59
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/80552
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item