ANALISIS PENGARUH SELF-LEADERSHIP DAN PERCEIVED BARRIER TERHADAP KEMAUAN UNTUK MELAPORKAN INSIDEN KESELAMATAN PASIEN (Studi Rumah Sakit X di Makassar)

MELIANA HANDAYANI, 101614453059 (2019) ANALISIS PENGARUH SELF-LEADERSHIP DAN PERCEIVED BARRIER TERHADAP KEMAUAN UNTUK MELAPORKAN INSIDEN KESELAMATAN PASIEN (Studi Rumah Sakit X di Makassar). Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (Abstrak)
Abstrak.pdf

Download (27kB)
[img] Text (Fulltext)
TKA 06 19 Han a.pdf
Restricted to Registered users only until 4 March 2022.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Laporan insiden keselamatan pasien yang terjadi di Rumah Sakit X Makassar selama tahun 2014 hingga tahun 2016 adalah sebanyak 73 kasus atau insiden. Laporan insiden keselamatan pasien dari tahun 2014 ke tahun 2015 menunjukan tren yang menurun yaitu sebesar 44,44%. Laporan insiden keselamatan pasien tahun 2015 menuju tahun 2016 juga mengalami penurunan sebesar 15%. Penurunan tren laporan insiden keselamatan pasien dari tahun 2014 hingga tahun 2016 adalah sebesar 52,78%. Selain itu, Informasi yang diperoleh dari responden di ICU, takut mendapatkan surat peringatan dan merasa akan dikeluarkan dari tempat kerja merupakan penghambat dalam melaporkan insiden yang terjadi (Fatimah, 2016) dan terdapat insiden yang biasanya terjadi dan tidak dilaporkan karena dianggap tidak membahayakan dan masih bisa diselesaikan dalam instalasi farmasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh selfleadership dan perceived barrier terhadap kemauan untuk melaporkan insiden keselamatan pasien. Rancang bangun penelitian adalah analitik dengan pendekatan cross sectional dengan 84 responden. Responden adalah petugas kesehatan di RSX Makassar dengan latar belakang dokter, perawat, bidan, farmasi dan tenaga laboratorium. Uji pengaruh antara variabel independen dan dependen dilakukan dengan uji regresi linear sederhana dengan memperhatikan nilai beta (b). Mayoritas petugas memiliki self-leadership cukup (54,8%), perceived barrier yang sedang (88,1%) dan kemauan untuk melaporkan insiden sedang (81%). Hasil penelitian menunjukan bahwa self-leadership berpengaruh lemah terhadap perceived barrier (b= 0.231) dan berpengaruh sedang terhadap kemauan untuk melaporkan insiden keselamatan (b = 0,457). Selain itu, perceived barrier memiliki pengaruh yang sangat lemah terhadap kemauan untuk melaporkan insiden (b = -0,098). Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa self-leadership memiliki pengaruh yang lebih kuat terhadap kemauan untuk melaporkan insiden keselamatan pasien dibandingkan dengan perceived barrier.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKC KK TKA.06/19 Han a
Uncontrolled Keywords: Keselamatan pasien, pelaporan insiden, perceived barrier, selfleadership.
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5549-5549.5 Personnel management. Employment
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat > Administrasi Kebijakan Kesehatan
Creators:
CreatorsEmail
MELIANA HANDAYANI, 101614453059UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorNyoman Anita D, Dr.drg m.s.UNSPECIFIED
Depositing User: Turwulandari
Date Deposited: 04 Mar 2019 05:24
Last Modified: 05 Mar 2019 10:44
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/80699
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item