ANATAGONISME Bacillus subtilis TERHADAP Vibrio harveyi DENGAN METODE KULTUR BERSAMA

RADITYA PRASETIA, 141411133010 (2019) ANATAGONISME Bacillus subtilis TERHADAP Vibrio harveyi DENGAN METODE KULTUR BERSAMA. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (ABSTRACT)
KKC KK PK BP 19 - 19 Pra a-Abstrak.pdf

Download (38kB)
[img] Text (FULLTEXT)
KKC KK PK BP 19 - 19 Pra a.pdf
Restricted to Registered users only until 5 March 2022.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Salah satu penyakit yang sering menyerang udang vaname adalah Vibriosis. Penyakit vibriosis salah satunya disebabkan oleh bakteri Vibrio harveyi. Udang yang terserang penyakit dari bakteri ini akan tampak bercahaya pada malam hari. Penyakit vibriosis salah satunya disebabkan oleh bakteri Vibrio harveyi mengakibatkan tingginya angka kematian udang hingga mencapai 40% dimulai dari hari pertama hingga hari ke empat setelah udang terinfeksi. Penggunaan antibiotik merupakan upaya yang sering dilakukan para pembudidaya udang untuk mencegah dan mengobati udang yang terserang penyakit akibat terinfeksi bakteri. Penggunaan antibiotik pada dosis yang tidak tepat dapat menyebabkan resitensi atau residu pada bakteri patogen dan lingkungan, selain itu kandungan antibiotik yang tinggi menyebabkan produk udang di tolak untuk tujuan ekspor ke negara maju. Salah satu cara untuk mencegah serangan penyakit ini dengan pemberian probiotik. Salah satu jenis mikroorganisme yang dapat dimanfaatkan sebagai probiotik adalah Bacillus sp. Penelitian ini bertujuan mengetahui penghambatan pertumbuhan Vibrio harveyi oleh Bacillus subtilis dalam kultur bersama, mengetahui kepadatan optimal Bacilllus subtilis kapan waktu inkubasi Bacilllus subtilis yang efektif dalam menghambat pertumbuhan Vibrio harveyi. Rancangan penelitian mengunakan Rancangan Acak Lengkap dengan enam perlakuan P0: Bacillus subtilis105 cfu/ml, P1 : Vibrio harveyi 106, P2: Bacilllus subtilis 105 cfu/ml + Vibrio harveyi 106 cfu/ml , P3: Bacilllus subtilis 106 cfu/ml + Vibrio harveyi 106 cfu/ml, P4: Bacilllus subtilis 107 cfu/ml + Vibrio harveyi 106 cfu/ml, P5: Bacilllus subtilis 108 cfu/ml + Vibrio harveyi 106 cfu/ml dan masing-masing perlakuan diulangi empat kali. Hasil dari penelitian menunjukan pada P2, P3, P4 dan P5 mengalami penurunan pertumbuhan Vibrio harveyi jika dibandingkan dengan P1 (kontrol). Penurunan pertumbuhan Vibrio harveyi terjadi pada jam ke-8 sampai jam ke-48. Berdasarkan hasil uji duncan menunjukan bahwa P3, P4 dan P5 berbeda nyata (p<0,05) dengan P1 dan P2. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa pertumbuhan Vibrio harveyi mengalami penurunan, pemberian Bacillus subtilis dengan kepadatan 106 mampu menurunkan pertumbuhan Vibrio harveyi. Penurunan pertumbuhan Vibrio harveyi paling besar terjadi pada jam ke 32.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK PK BP 19/ 19 Pra a
Uncontrolled Keywords: Bacillus subtilis ; Vibrio harveyi ; culture method.
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling > SH1-691 Aquaculture. Fisheries. Angling > SH20.3-191 Aquaculture > SH151-179 Fish culture > SH171-179 Diseases and adverse factors
S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling > SH1-691 Aquaculture. Fisheries. Angling > SH20.3-191 Aquaculture
Divisions: 14. Fakultas Perikanan dan Kelautan > Budidaya Perairan
Creators:
CreatorsEmail
RADITYA PRASETIA, 141411133010UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSudarno, Ir.,M.Kes.UNSPECIFIED
ContributorWoro Hastuti Satyantini, Dr., Ir., M.Si.UNSPECIFIED
Depositing User: Mrs. Djuwarnik Djuwey
Date Deposited: 05 Mar 2019 04:03
Last Modified: 05 Mar 2019 04:03
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/80731
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item