DETERMINAN KEJADIAN KEMATIAN BAYI DI PROVINSI JAWA TIMUR BERDASARKAN SURVEI DEMOGRAFI DAN KESEHATAN INDONESIA TAHUN 2012

ARMINA ANALINTA, 101611123059 (2019) DETERMINAN KEJADIAN KEMATIAN BAYI DI PROVINSI JAWA TIMUR BERDASARKAN SURVEI DEMOGRAFI DAN KESEHATAN INDONESIA TAHUN 2012. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (abstrak)
abstrak.pdf

Download (147kB)
[img] Text (full text)
full text.pdf
Restricted to Registered users only until 6 March 2022.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Angka kematian bayi adalah kematian yang terjadi antara saat setelah bayi lahir sampai bayi belum berusia tepat satu tahun. Angka kematian bayi di Provinsi Jawa Timur AKB (BPS Jatim) pada tahun 2012 yaitu pada posisi 28,31 Angka tersebut masih belum memenuhi target MDG’s sebesar 23 kematian per 1000 kelahiran hidup. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji determinan kejadian kematian bayi di Provinsi Jawa Timur berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia Tahun 2012. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian non reaktif atau unobtrusif. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data SDKI tahun 2012. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh orang tua yang memiliki anak (bayi) pada usia 0 hingga <12 bulan dan bertempat tinggal di Provinsi Jawa Timur tahun 2012, dan besar sampel sebanyak 591 responden. Responden adalah orang tua dari bayi yang meninggal pada usia <12 bulan. Variabel pada penelitian ini yaitu kejadian kematian bayi, paritas ibu, jarak kelahiran, infeksi HIV pada ibu, infeksi malaria pada ibu, ibu merokok, anemia, pekerjaan ibu, Pendidikan ibu, antenatal care (pemeriksaan selama kehamilan), penolong persalinan, pemberian ASI, imunisasi TT (Tetanus Toxoid), Lingkungan ekologi, BBLR (Bayi Berat Lahir Rendah).Variabel pada penelitian ini diuji menggunakan uji regresi logistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kejadian kematian bayi di Provinsi Jawa Timur tahun 2012 terdapat 34 responden. Berdasarkan uji statistik menggunakan regresi logistik dengan tingkat signifikansi 5% (p < 0,05) menunjukkan bahwa ada pengaruh paritas ibu (>2 anak) (0,000), jarak kelahiran (<4 tahun) (0,000) dan pendidikan ibu (rendah) (0,000) terhadap kejadian kematian bayi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kejadian kematian bayi di Provinsi Jawa Timur tahun 2012 sebesar 5,75%. Faktor yang mempengaruhi kejadian kematian bayi di Provinsi Jawa Timur tahun 2012 yaitu paritas ibu (>2 anak), jarak kelahiran (<4 tahun) dan pendidikan ibu (rendah).

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 63/19 Ana d
Uncontrolled Keywords: Infant mortality, Indonesian Demographic and Health Survey
Subjects: K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K3566-3578 Public health
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
ARMINA ANALINTA, 101611123059UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorHari Basuki Notobroto, Dr., dr., M.KesUNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email indah.fatma@staf.unair.ac.id
Date Deposited: 06 Mar 2019 07:02
Last Modified: 06 Mar 2019 07:02
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/80812
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item