UJI VIABILITAS EKSTRAK LENGKUAS PUTIH (ALPINIA GALANGA (L.) WILLD) TERHADAP KULTUR SEL FIBROBLAS BHK-21

JUNNEVA FRISKY SECONDRA, 021511133025 (2019) UJI VIABILITAS EKSTRAK LENGKUAS PUTIH (ALPINIA GALANGA (L.) WILLD) TERHADAP KULTUR SEL FIBROBLAS BHK-21. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (abstrak)
abstrak.pdf

Download (134kB)
[img] Text (full text)
full text.pdf
Restricted to Registered users only until 12 March 2022.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Latar Belakang: Lengkuas putih (Alpinia galanga L. Willd) merupakan salah satu alternatif bahan pembersih gigi tiruan yang dikatakan efektif dalam menghambat candida albicans pada plat resin akrilik dengan kandungan pada lengkuas putih yang meliputi kurang lebih 1% minyak atsiri berwarna kuning kehijauan yang terutama terdiri dari metal-sinamat 48%, sineol 20%-30%, eugenol, kamfer 1%, seskuiterpen, pinen, galangin, dan lain-lain. Dari berbagai macam bahan yang digunakan sebagai obat perlu diperhatikan sifat toksiknya. Bahan yang berkontak dengan rongga mulut harus bersifat tidak toksik, tidak mengiritasi, dan harus mempunyai sifat biokompatibilitas atau bahan yang diproduksi tidak boleh mempunyai efek yang merugikan terhadap lingkungan biologis, baik lokal maupun sistemik. Untuk itu penulis tertarik untuk melakukan uji toksisitas ekstrak lengkuas putih (alpinia galanga) terhadap sel fibroblast BHK-21. Tujuan: Untuk mengetahui efek toksisitas pada ekstrak lengkuas putih (Alpinia Galanga) terhadap sel fibroblast BHK-21. Metode: Jenis penelitian adalah eksperimental laboratoris dengan rancangan penelitian The Post Test Only Control Group Design. Perlakuan dengan pemberian ekstrak alpinia galanga (lengkuas putih) dengan konsentrasi 100%, 75%, 50%, dan 25% terhadap kultur sel fibroblas BHK 21. Hasil: Didapatkan hasil dengan presentase kehidupan sel fibroblast pada konsentrasi 100%, 75%, 50%, dan 25% berturut-turut presentase sel hidup sebesar 74%, 75,21 %, 75,50%, dan 76,18%. Hasil uji toksisitas (viabilitas) didapat dengan teknik MTT assay setelah 24 jam. Nilai absorbansi Optikal densitas menggambarkan viabilitas sel yang hidup dan dilakukan pembacaan menggunakan ELISA reader. Kesimpulan: Hasil penelitian uji toksisitas (viabilitas) ekstrak Alpinia Galanga (lengkuas putih) dengan menggunakan parameter CD50 menunjukkan efek tidak toksik terhadap sel fibroblas BHK-21.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKA KK KG 69/19 Sec u
Uncontrolled Keywords: White Galangal, Toxicity, Baby Hamster Kidney Fibroblast Cell (BHK-21)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General) > R5-920 Medicine (General)
Divisions: 02. Fakultas Kedokteran Gigi
Creators:
CreatorsEmail
JUNNEVA FRISKY SECONDRA, 021511133025UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorUtari Kresnoadi, Prof. Dr. , drg., MS.,Sp. Pros (K)UNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email indah.fatma@staf.unair.ac.id
Date Deposited: 12 Mar 2019 03:30
Last Modified: 12 Mar 2019 03:30
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/80903
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item