PENGARUH SUHU DAN WAKTU AWAL KEJUT PANAS TERHADAP DAYA TETAS TELUR, ABNORMALITAS DAN WAKTU PENYERAPAN KUNING TELUR PADA LARVA IKAN WADER CAKUL (Puntius binotatus)

MUHAMMAD RIJAL AMIRUDDIN, 141411131137 (2019) PENGARUH SUHU DAN WAKTU AWAL KEJUT PANAS TERHADAP DAYA TETAS TELUR, ABNORMALITAS DAN WAKTU PENYERAPAN KUNING TELUR PADA LARVA IKAN WADER CAKUL (Puntius binotatus). Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (Abstrak)
PK.BP. 01-19 Ami p Abstrak.pdf

Download (33kB)
[img] Text (Fulltext)
PK.BP. 01-19 Ami p.pdf
Restricted to Registered users only until 12 March 2022.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Manipulasi pada level kromosom mampu meningkatkan produktivitas pada kegiatan budidaya ikan. Triploidisasi merupakan salah satu metode manipulasi set kromosom untuk menghasilkan benih ikan triploid yang dapat memacu pertumbuhan lebih cepat daripada ikan diploid. Triploidisasi dapat dilakukan melalui berbagai cara salah satunya yakni dengan kejut suhu panas. Beberapa faktor yang mempengaruhi triploidisasi yakni kisaran suhu yang diberikan dan waktu awal ketika memulai kejutan setelah fertilisasi, sebab dua hal tersebut spesifik untuk masing-masing spesies. Ikan wader cakul merupakan ikan endemik Indonesia dengan nilai ekonomis tinggi yang memiliki ukuran relatif kecil dan mengalami kematang gonad yang relatif cepat. Metode kejut suhu pada budidaya ikan wader cakul mampu memberikan waktu lebih singkat untuk menghasilkan ikan dengan karakter unggul. Kejut suhu panas yang diberikan selain dapat meningkatkan produktivitas, juga berpengaruh pada daya tetas, abnormalitas dan waktu penyerapan kuning telur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan waktu awal kejut panas terhadap daya tetas, abnormalitas dan waktu penyerapan kuning telur pada ikan wader cakul. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap 2 faktorial dengan 9 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah Suhu kejut (39°, 40° dan 41°C) dan waktu awal kejut (3, 4, 5 menit setelah fertilisasi) yang berbeda. Sehingga terdapat 9 perlakuan yakni P1 (39ºC, 3 menit), P2 (39ºC, 4 menit), P3 (39ºC,5 menit), P4 (40ºC, 3 menit), P5 (40ºC, 4 menit), P6 (40ºC, 5 menit), P7 (41ºC, 3 menit), P8 (41ºC, 4 menit), P9 (41ºC, 5 menit) dan P0 (kontrol). Parameter yang diamati adalah daya tetas, abnormalitas, dan waktu penyerapan kuning telur. Analisis data menggunakan Analisis Varian (Anova) dan dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu dan waktu awal kejut panas memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap daya tetas, abnormalitas dan waktu penyerapan kuning telur pada ikan wader cakul. Daya tetas tertinggi terdapat pada perlakuan 39°C dengan 3 menit setelah fertilisasi yakni sebesar 66,04%. Abnormalitas larva terendah terdapat pada perlakuan 39°C dengan 5 menit setelah fertilisasi yakni sebesar 9,67%. Waktu penyerapan kuning telur tercepat terdapat pada perlakuan 40°C dengan 3 menit setelah fertilisasi yakni selama 72 jam lebih 50 menit.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK PK.BP. 01-19 Ami p
Uncontrolled Keywords: Pengaruh Suhu, Waktu Awal Kejut Panas, Daya Tetas Telur, Abnormalitas, Waktu Penyerapan Kuning Telur, Larva Ikan Wader Cakul (Puntius binotatus).
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling > SH1-691 Aquaculture. Fisheries. Angling > SH201-399 Fisheries
Divisions: 14. Fakultas Perikanan dan Kelautan
Creators:
CreatorsEmail
MUHAMMAD RIJAL AMIRUDDIN, 141411131137UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorAkhmad Taufiq Mukti, Dr., S.Pi., M.Si.UNSPECIFIED
ContributorWidjiati, Dr., M.Si., drh.UNSPECIFIED
Depositing User: Tatik Poedjijarti
Date Deposited: 12 Mar 2019 06:41
Last Modified: 12 Mar 2019 06:41
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/80928
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item