Prevalensi dan Derajat Infeksi Genus Trypanosoma pada Belut Rawa (Synbranchus bengalensis) yang Dipasarkan di Surabaya.

IQYU WIDYA KANDI, 141511133022 (2019) Prevalensi dan Derajat Infeksi Genus Trypanosoma pada Belut Rawa (Synbranchus bengalensis) yang Dipasarkan di Surabaya. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (Abstrak)
PK.BP. 10-19 Kan p Abstrak.pdf

Download (127kB)
[img] Text (Fulltext)
PK.BP. 10-19 Kan p.pdf
Restricted to Registered users only until 12 March 2022.

Download (759kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Belut rawa (Synbranchus bengalensis) merupakan salah satu jenis belut yang ada di Surabaya. Habitat alami belut rawa (Synbranchus bengalensis) adalah rawa atau tanah berlumpur yang umumnya memiliki pH cenderung asam. Selain itu rawa merupakan lingkungan perairan yang kualitas airnya bergantung pada kondisi alam. Kondisi perairan tersebut nantinya akan mempengaruhi kehidupan organisme hidup disekitarnya. Timbulnya penyakit pada ikan disebabkan karena adanya parasit, bakteri, ataupun kondisi lingkungan yang buruk. Penyakit yang disebabkan karena organisme parasit disebut penyakit parasit. Endoparait merupakan parasit yang hidup di dalam organ tubuh inang. Salah satu jenis endoparasit yaitu dari genus Trypanosoma. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung prevalensi dan derajat infeksi parasit Trypanosoma pada belut rawa (Synbranchus bengalensis) yang di pasarkan di Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode survey melalui pengambilan sampel pada dua lokasi secara langsung. Pengambilan sampel pada lokasi I yaitu di Ambengan, sedangkan pada lokasi II di Karah. Total sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 60 ekor dengan ukuran 45-60 cm. Adapun parameter utama pada penelitian ini adalah untuk menghitung prevalensi serta mengetahui derajat infeksi parasit Trypanosoma pada belut rawa (Synbranchus bengalensis) yang dipasarkan di Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada lokasi I (Ambengan) sebanyak 7 ekor dari 30 ekor terinfeksi Trypanosoma sehingga tingkat prevalensi pada lokasi I (Ambengan) yaitu 23,3%. Sedangkan pada lokasi II (Karah) sebanyak 9 ekor dari 30 ekor terinfeksi sehingga tingkat prevalensi pada lokasi II (Karah) yaitu 30%. Kemudian berdasarkan hasil penelitian, bahwa derajat infeksi pada kedua lokasi tersebut memiliki derajat infeksi yang sama yaitu derajat infeksi sedang.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK PK.BP. 10-19 Kan p
Uncontrolled Keywords: Prevalensi, Derajat Infeksi, Genus Trypanosoma, Belut Rawa (Synbranchus bengalensis)
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling > SH1-691 Aquaculture. Fisheries. Angling > SH20.3-191 Aquaculture > SH151-179 Fish culture
Divisions: 14. Fakultas Perikanan dan Kelautan
Creators:
CreatorsEmail
IQYU WIDYA KANDI, 141511133022UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorGunanti Mahasri, Dr., Ir., M. SiUNSPECIFIED
ContributorSetiawan Koesdarto, Prof. Dr., drh., M. Sc.UNSPECIFIED
Depositing User: Tatik Poedjijarti
Date Deposited: 12 Mar 2019 10:28
Last Modified: 12 Mar 2019 10:28
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/80950
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item