ANALISIS PERBANDINGAN KEKUATAN TARIK PADA TEKNIK CONVENTIONAL CROSS MATTRESS SUTURE, CRISS-CROSS SUTURE, DAN HIDDEN-X SUTURE DENGAN BENANG NON ABSORBABLE

ENDY MUKTI UTOMO, 021618056310 (2019) ANALISIS PERBANDINGAN KEKUATAN TARIK PADA TEKNIK CONVENTIONAL CROSS MATTRESS SUTURE, CRISS-CROSS SUTURE, DAN HIDDEN-X SUTURE DENGAN BENANG NON ABSORBABLE. Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (abstrak)
abstrak.pdf

Download (19kB)
[img] Text (full text)
full text.pdf
Restricted to Registered users only until 14 March 2022.

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Latar belakang: Penjahitan bertujuan mendistribusi ketegangan sepanjang garis jahitan dan memelihara kekuatan tarik sepanjang luka hingga kekuatan tarik pada jaringan memadai. Teknik penjahitan yang sering digunakan pada perawatan Aveolar Ridge Preservation (ARP) dengan pendekatan secondary intention, yaitu penjahitan Conventional cross mattress (x suture), Criss-cross sture, dan Hidden-x suture. Sifat mekanik yang paling penting dari benang jahit adalah kekuatan tarik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan membandingkan kekuatan tarik pada teknik Conventional Cross Mattress suture, Criss-cross suture, dan Hidden-X suture dengan benang non absorbable. Material dan Metode: Penelitian ini menggunakan 27 sampel yang dibagi ke dalam 3 kelompok, yaitu kelompok Hidden-X suture, Criss-cross suture dan Conventional Cross Mattress suture yang masing-masing menggunakan benang nylon. Penjahitan dilakukan pada media gingiva tiruan kemudian dilakukan uji tarik dan dicatat penyebab kegagalan yang terjadi. Hasil: Rerata kekuatan tarik teknik jahitan Hidden-X lebih besar daripada teknik jahitan Conventional cross dan Criss-cross. Kegagalan yang sering terjadi pada teknik jahitan Hidden-X dan Conventional cross adalah karena media ruptur. sedangkan pada teknik jahitan Criss-cross adalah terlepasnya simpul. Terdapat perbedaan yang signifikan (p= 0,00<0.05) antar kelompok teknik Hidden-x terhadap kelompok teknik Criss-cross serta antar kelompok teknik Conventional cross mattress terhadap kelompok teknik Criss-cross. Sedangkan kelompok teknik Hidden-x terhadap kelompok Conventional cross mattress tidak terdapat perbedaan signifikan (p= 0,338>0.05). Simpulan: Rerata kekuatan tarik kelompok teknik Hidden-X suture paling besar pada penelitian ini. Sehingga teknik Hidden-X suture paling baik digunakan pada perawatan ARP dengan secondary intention.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKA KK PPDGS Peri 07/19 Uto a
Uncontrolled Keywords: Tensile strength, Conventional Cross Mattress sutures, Criss-cross sutures, Hidden-X sutures, nylon
Subjects: R Medicine > RK Dentistry > RK1-715 Dentistry
Divisions: 02. Fakultas Kedokteran Gigi > Periodontics
Creators:
CreatorsEmail
ENDY MUKTI UTOMO, 021618056310UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorM. Rubianto, Prof. Dr. , drg., M.S., Sp.Perio(K)UNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email indah.fatma@staf.unair.ac.id
Date Deposited: 14 Mar 2019 03:40
Last Modified: 14 Mar 2019 03:40
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/81009
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item