EFEKTIVITAS LACTOBACILLUS ACIDOPHILUS DAN BIFIDOBACTERIUM LONGUM SEBAGAI TERAPI TAMBAHAN TERHADAP SKOR GEJALA HIDUNG TOTAL DAN KADAR INTERFERON GAMMA (IFN-γ) DALAM DARAH PENDERITA RINITIS ALERGI

Riyan Charlie Milyantono, 011218056303 (2019) EFEKTIVITAS LACTOBACILLUS ACIDOPHILUS DAN BIFIDOBACTERIUM LONGUM SEBAGAI TERAPI TAMBAHAN TERHADAP SKOR GEJALA HIDUNG TOTAL DAN KADAR INTERFERON GAMMA (IFN-γ) DALAM DARAH PENDERITA RINITIS ALERGI. Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (Abstrak)
PPDS.THT. 02-19 Mil e Abstrak.pdf

Download (338kB)
[img] Text (Fulltext)
PPDS.THT. 02-19 Mil e.pdf
Restricted to Registered users only until 14 March 2022.

Download (3MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Objektif : Penelitian ini untuk membuktikan efektifitas Lactobacillus acidophilus and Bifidobacterium longum sebagai terapi tambahan dalam menurunkan Skor Gejala Hidung Total (SGHT) dan menaikkan kadar Interferon Gamma (IFN-γ) dalam darah pada pasien dengan Rinitis Allergi (RA). Metode : Desain penelitian adalah eksperimental dengan randomized clinical trial(RCT) double blind. Penelitian dilakukan di unit rawat jalan (URJ) THT-KL divisi alergi imunologi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr.Soetomo Surabaya. Data inform consent, SGHT dikumpulkan dari URJ THT-KL divisi alergi imunologi RSUD Dr Soetomo Surabaya, kadar IFN-γ darah sebelum dan setelah terapi pula dikumpulkan dari instalasi patologi klinik RSUD Dr.Soetomo pada bulan Juli 2018. Sampel yang dikumpulkan dari pasien RA telah di diagnosis dengan anamnesis, pemeriksaan fisik dan skin prick test. Penderita yang dipilih untuk penilitian juga harus masuk dalam kriteria inklusi dan ekslusi setelah itu diklasifikasikan menurut ARIA WHO. Penderita yang dipilih untuk setiap grup adalah 14 untuk menghindari dropout. Kelompok penelitian telah mengkonsumsi Lactobacillus acidophilus and Bifidobacterium longum dua kali sehari dan Loratadin 10 mg sekali sehari dan kelompok kontrol mengkonsumsi placebo dua kali sehari dan Loratadin 10 mg sekali sehari. Hasil SGHT dan Kadar IFN-γ dalam darah untuk kedua grup telah di kumpulkan pada hari pertama dan hari ke lima belas. Analisa data kemudian dilakukan dengan menggunakan kadar signifikansi p= 0,05 dan untuk uji statistik menggunakan pre-post uji t sampel bepasangan dan antar kelompok menggunakan uji t sampel bebas. Hasil : Perbandingan dalam menurunkan SGHT antara loratadin dan loratadin dengan Lactobacillus acidophilus and Bifidobacterium longum mendapatkan hasil rerata 4,05 (SD 3,03) dan 3,5 (SD 2,14), dari uji statistik independent sample t-test mendapatkan hasil p value 0,006 dapat di interepetasikan berbeda bermakna (p<0,05). Perbandingan kadar IFN-γ dalam darah antara kedua grup didapatkan hasil nilai rata-rata 88,83 (SD 135,99) dan 19,73 (SD 199,76), dari uji statistik dengan independent sample t-test mendapat hasil p value = 0,29. Nilai tersebut menunjukkan berbeda tidak bermakna (p>0,05). Kesimpulan : Penambahan Lactobacillus acidophilus dan Bifidobacterium longum lebih efektif dalam menurunkan SGHT penderita RA dibandingkan dengan loratadin saja , dan penambahan Lactobacillus acidophilus dan Bifidobacterium longum efektivitasnya sama pada kadar IFN-γ dalam darah penderita RA dibandingkan dengan loratadin saja.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKA KK PPDS.THT. 02-19 Mil e
Uncontrolled Keywords: Rinitis alergi, SGHT, Interferon Gamma, loratadin, probiotik, lactobacillus acidophilus, Bifidobacterium longum.
Subjects: R Medicine > RF Otorhinolaryngology
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > Ilmu Penyakit THT
Creators:
CreatorsEmail
Riyan Charlie Milyantono, 011218056303UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorDwi Reno Pawarti, dr., Sp.T.H.T.K.L.(K), FICSUNSPECIFIED
ContributorSri Herawati, Prof., dr., Sp.T.H.T.K.L (K),FICSUNSPECIFIED
Depositing User: Tatik Poedjijarti
Date Deposited: 14 Mar 2019 07:56
Last Modified: 14 Mar 2019 07:56
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/81058
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item