PERAN ANAK SEBAGAI PEMICU TERJADINYA TINDAK PIDANA PERSETUBUHAN

AKHMAD HERU PRASETYO, S.H., 031714153023 (2019) PERAN ANAK SEBAGAI PEMICU TERJADINYA TINDAK PIDANA PERSETUBUHAN. Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (abstrak)
abstrak.pdf

Download (65kB)
[img] Text (full text)
full text.pdf
Restricted to Registered users only until 15 March 2022.

Download (497kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Tipe penelitian yang digunakan dalam tesis ini adalah yuridis normatif (legal research), dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan konseptual (conceptual approach), dan pendekatan kasus (case approach). Permasalahan dalam tesis ini yaitu: Kausalitas terjadinya tindak pidana yang melibatkan anak sebagai korban dan Ratio decidendi putusan hakim dalam mempertimbangkan peran anak sebagai pemicu terjadinya tindak pidana Masalah korban adalah masalah manusia maka sudah sewajarnya apabila kita berpegang pada pandangan yang tepat mengenai manusia serta eksistensinya. Tidak ada seorangpun yang secara normal menghendaki dirinya dijadikan korban, sasaran ataupun obyek dari kejahatan. Tetapi, dari sisi korban, karena keadaan yang ada pada korban atau karena sikap dan perilakunyalah yang membuat pelaku terangsang untuk menjalankan niat jahatnya. Mereka yang dipandang lemah, baik dari sisi fisik, mental, sosial atau hukum relatif lebih memancing pelaku untuk melaksanakan kejahatannya. Tentu saja dengan melihat serta memahami pengertian serta penempatan posisi korban dengan semestinya maka, akan menghindari pemahaman-pemahaman yang keliru terhadap korban oleh masyarakat, maupun alat-alat penegak hukum serta lembaga pengadilan secara kusus. Korban dalam putusan Pengadilan Negeri Nganjuk Nomor 285/Pid.Sus/2016/PN.Njk termasuk kedalam jenis korban Provocative victims, yaitu mereka yang menimbulkan rangsangan terjadinya kejahatan. Jenis korban semacam ini merupakan korban yang aktif dan memberikan kesempatan kepada orang lain untuk melakukan kejahatan. Ironisnya dalam putusan Pengadilan Negeri Nganjuk Nomor 285/Pid.Sus/2016/PN.Njk., Majelis Hakim sama sekali tidak mempertimbangkan jenis korban dan peran dari korban sehingga terjadi tindak pidana. Sedangkan dalam Putusan Nomor: 91/Pid.Sus/2018/PN.NJK. termasuk kedalam jenis korban Biologically week victims, yaitu mereka yang secara fisik memiliki kelemahan yang menyebabkan ia menjadi korban. Berdasarkan duduk perkara sebagaimana putusan Nomor: 91/Pid.Sus/2018/PN.NJK. korban sudah berusaha menolak ajakan terdakwa, tetapi karena korban tidak berdaya karena kelemahan fisiknya sebagai seorang perempuan, akhirnya terdakwa dengan leluasa melakukan tindak pidana persetubuhan

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK TH 10/19 Pra p
Uncontrolled Keywords: Children, Criminal Victims, Copulation Acts
Subjects: K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K5000-5582 Criminal law and procedure > K5401-5570 Criminal procedure
Divisions: 03. Fakultas Hukum > Magister Ilmu Hukum
Creators:
CreatorsEmail
AKHMAD HERU PRASETYO, S.H., 031714153023UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSarwirini, Dr. , S.H.,MSUNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email indah.fatma@staf.unair.ac.id
Date Deposited: 15 Mar 2019 07:27
Last Modified: 15 Mar 2019 07:27
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/81104
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item