PERJANJIAN KERJASAMA OPERASIONAL HEMODIALISA DI RUMAH SAKIT

RISYA INDIARTO, SH., 031524253027 (2019) PERJANJIAN KERJASAMA OPERASIONAL HEMODIALISA DI RUMAH SAKIT. Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (abstrak)
abstrak.pdf

Download (54kB)
[img] Text (full text)
full text.pdf
Restricted to Registered users only until 15 March 2022.

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Dengan semakin banyaknya kebutuhan akan pasien cuci darah, Rumah Sakit PHC Surabaya terus berupaya menambah mesin hemodialisa. Mengingat urgensi kebutuhan akan mesin hemodialisa tersebut, Rumah Sakit dalam hal ini sistem pengadaannya tidak melalui pembelian akan tetapi melalui sistem kerjasama operasional yaitu dengan mengadakan kerjasama dengan beberapa perusahaan yang bergerak dibidang penyediaan dan distribusi mesin hemodialisa. Rumah Sakit PHC Surabaya sendiri tidak perlu untuk mengeluarkan modal untuk mendapatkan mesin hemodialisa tersebut sehingga tidak mengganggu kegiatan operasional rumah sakit. Karakteristik Kerjasama Operasional pada alat medis Hemodialisa serta siapa yang bertanggung gugat apabila terjadi kerugian menjadi isu hukum. Secara normatif untuk menganalisa keduanya diperlukan suatu pendekatan perundang-undangan selain itu dibutuhkan studi kasus, sehingga diperoleh kesimpulan bahwa Perjanjian kerjasama operasional ini dapat didefinisikan yaitu sebagai suatu kesepakatan antara beberapa pihak dalam kegiatan bisnis yang berorientasi untuk memperoleh keuntungan, dimana masingmasing pihak memberikan kontribusi baik berupa sumber dana atau sumber daya berupa fasilitas yang dimiliki. Perjanjian kerjasama ini menganut prinsip pembagian keuntungan dan pembebanan risiko bersama-sama, secara jujur dan adil berdasarkan kesepakatan yang sudah ditetapkan dalam perjanjian (kontrak). Kontrak sebagai instrumen pertukaran hak dan kewajiban diharapkan dapat berlangsung dengan baik, fair dan proporsional sesuai kesepakatan para pihak. ganti rugi sebagai upaya untuk memulihkan kerugian yang prestasinya bersifat subsidair. Artinya, apabila pemenuhan prestasi tidak lagi dimungkinkan atau sudah tidak diharapkan lagi, maka ganti rugi merupakan alternatif yang dapat dipilih oleh Para Pihak

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK TMK 65/19 Ind p
Uncontrolled Keywords: Characteristics, Operational Cooperation, Hemodialysis
Subjects: K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence
Divisions: 03. Fakultas Hukum > Magister Kenotariatan
Creators:
CreatorsEmail
RISYA INDIARTO, SH., 031524253027UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorAgus Yudha Hernoko, Prof. Dr. , S.H., M.H.UNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email indah.fatma@staf.unair.ac.id
Date Deposited: 15 Mar 2019 08:27
Last Modified: 15 Mar 2019 08:27
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/81122
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item