STUDI KOMPARASI SUBJEK VASEKTOMI DAN NON VASEKTOMI TERHADAP KADAR TESTOSTERON, KADAR ENDORPHIN, TINGKAT LIBIDO DAN KEMAMPUAN EREKSI

PALUPI SESOTYORINI, 011614653002 (2019) STUDI KOMPARASI SUBJEK VASEKTOMI DAN NON VASEKTOMI TERHADAP KADAR TESTOSTERON, KADAR ENDORPHIN, TINGKAT LIBIDO DAN KEMAMPUAN EREKSI. Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (Abstrak)
TKR. 02-19 Ses s Abstrak.pdf

Download (174kB)
[img] Text (Fulltext)
TKR. 02-19 Ses s.pdf
Restricted to Registered users only until 19 March 2022.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian terkait efek vasektomi terhadap kadar beberapa hormon dan kepuasan seksual menunjukkan hasil yang kontradiktif. Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan efek vasektomi dan non-vasektomi terhadap kadar testosteron, endorphin, dan kepuasan seksual di Blitar, Indonesia. Desain penelitian menggunakan observasional analitik retrospektif kohort. Partisipan sebanyak 41 orang per kelompok (vasektomi dan non-vasektomi). Kelompok vasektomi adalah partisipan yang telah dilakukan vasektomi ≥2 tahun. Serum partisipan diambil untuk diukur kadar testosteron dan endorphin secara ELISA. Kepuasan seksual diukur dengan Hypoactive Sexual Desire Disorder (HSDD) Screener untuk menilai libido dan IIEF-5 (International Index of Erectile Function) untuk menilai kemampuan ereksi. Hasil menunjukkan bahwa kadar testosteron kelompok subjek vasektomi (3,98±2,29 pg/ml) dan kelompok subjek non vasektomi (3,29±1,39 pg/ml) mempunyai perbedaan yang tidak bermakna (p=0,016), kadar endorphin kelompok subjek vasektomi (108,22±30,44 ng/ml) dan kelompok subjek non vasektomi (110,28±30,01 ng/ml) mempunyai perbedaan yang tidak bermakna (p= 0,658), kemampuan ereksi, dan libido menunjukkan perbedaan tidak bermakna antara kelompok vasektomi dan non-vasektomi (p=0,647; p=1,0). Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak didapatkan perbedaan kadar testosteron, endorphin, kemampuan ereksi, dan libido antara partisipan yang telah vasektomi 2 tahun dengan partisipan yang tidak vasektomi. Hal tersebut dapat dipakai sebagai bahan pertimbangan bagi laki-laki memilih vasektomi dalam berkontrasepsi serta dapat dijadikan salah satu dasar penentuan kebijakan.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKA KK TKR. 02-19 Ses s
Uncontrolled Keywords: Vasektomi, testosteron, endorphin, libido, fungsi ereksi.
Subjects: R Medicine > RG Gynecology and obstetrics > RG1-991 Gynecology and obstetrics
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > Kesehatan Reproduksi
Creators:
CreatorsEmail
PALUPI SESOTYORINI, 011614653002UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorDoddy M. Soebadi, Prof. Dr., dr., Sp.B., Sp.U (K)UNSPECIFIED
ContributorBudi Utomo, Dr. H., dr., M.KesUNSPECIFIED
Depositing User: Tatik Poedjijarti
Date Deposited: 19 Mar 2019 11:59
Last Modified: 19 Mar 2019 11:59
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/81205
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item