PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEKERJA YANG MENGALAMI PELECEHAN SEKSUAL

AHMAD NUR SETIAWAN, S.H., 031614153013 (2019) PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEKERJA YANG MENGALAMI PELECEHAN SEKSUAL. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (ABSTRAK)
ABSTRAK THP 03 19 Set p.pdf

Download (238kB)
[img] Text (FULLTEXT)
FULLTEXT THP 03 19 Set p.pdf
Restricted to Registered users only until 21 March 2022.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Keamanan dan kenyamanan bekerja bagi pekerja perempuan di Indonesia sangat mempengaruhi dalam mewujudkan hubungan industrial yang baik serta kondusif. Salah satu hal yang perlu kita perhatikan untuk mewujudkan kenyamanan dalam bekerja adalah dimana kondisi kerja yang tidak Diskriminasi bagi pekerja perempuan termasuk pelecehan seksual di tempat kerja yang kerap kita temui dan kejahatan-keja hatan yang sering menimpa pekerja perempuan di Indonesia. Masalah yang akan dibahas adalah mengenai perlindungan hukum bagi pekerja perempuan yang mengalami pelecehan seksual di tempat kerja dan pertanggungjawaban pidana terhadap pekerja perempuan yang mengalami pelecehan seksual. Tipe penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan undang-undang, dan pendekatan konseptual. Adapun sumber bahan hukum dalam penelitian ini adalah bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Jaminan perlindungan hukum terhadap pekerja perempuan tidak cukup hanya di atur dalam konstitusi maupun peraturan perundang-undangan di bawahnya dan aturan pelaksanaannya. Karena semua instrumen hukum yang mengatur dan menjamin perlindungan bagi pekerja perempuan akan lebih efektif bila penerapannya juga dilaksanakan dan di awasi dengan baik. Dalam hal ini perlindungan terhadap pekerja perempuan terdapat dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan Pasal 86 Ayat (1) yang mengatur bahwa Setiap pekerja/buruh mempunyai hak untuk memperoleh perlindungan atas keselamatan dan kesehatan kerja, moral dan kesusilaan, dan perlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai agama. Pelaku tindak pidana pelecehan seksual dapat dikatakan mampu bertanggungjawab ketika dirinya mampu membedakan antara perbuatanperbuatan yang baik dan yang buruk yang sesuai dengan hukum dan yang melawan hukum. Selain itu juga adanya kemampuan untuk menentukan kehendak menurut keinsyafan tentang baik dan buruknya perbuatan tadi.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 THP 03/19 Set p
Uncontrolled Keywords: Perlindungan Hukum, Pertanggungjawaban Pidana, Pelecehan Seksual terhadap Pekerja
Subjects: K Law > K Law (General)
K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K1700-1973 Social legislation > K1701-1841 Labor law
Divisions: 03. Fakultas Hukum > Magister Hukum Pemerintahan
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
AHMAD NUR SETIAWAN, S.H., 031614153013UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorLanny Ramli,, Dr. S.H., M.Hum.,UNSPECIFIED
Depositing User: Dwi Prihastuti
Date Deposited: 21 Mar 2019 05:26
Last Modified: 21 Mar 2019 05:26
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/81243
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item