EFEK PENAMBAHAN ELASTIC TAPING PADA LATIHAN OTOT INSPIRASI DENGAN THRESHOLD INSPIRATORY MUSCLE TRAINING TERHADAP PENINGKATAN KAPASITAS PARU PELARI REKREASIONAL DI SURABAYA

Didik Permadi, 01148166306 (2018) EFEK PENAMBAHAN ELASTIC TAPING PADA LATIHAN OTOT INSPIRASI DENGAN THRESHOLD INSPIRATORY MUSCLE TRAINING TERHADAP PENINGKATAN KAPASITAS PARU PELARI REKREASIONAL DI SURABAYA. Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (Abstrak)
PPDS.IFR. 07-19 Per e Abstrak.pdf

Download (19kB)
[img] Text (Fulltext)
PPDS.IFR. 07-19 Per e.pdf
Restricted to Registered users only until 5 April 2022.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Latar Belakang: Latihan otot respirasi dapat meningkatkan performa atlit. Hasil peningkatan kekuatan otot diafragma yang dilatih menggunakan threshold IMT bervariasi. Aplikasi elastic taping dapat memfasilitasi kontraksi otot melalui stimulasi propriosepsi otot dan sendi untuk mendapatkan kekuatan yang optimal. Tujuan: Mengetahui peningkatan kapasitas paru pelari rekreasional pasca penambahan elastic taping pada latihan otot inspirasi dengan threshold IMT. Materi dan Metode: Sepuluh orang yang termasuk kriteria inklusi, dibagi menjadi 2 kelompok, kelompok threshold IMT dan kelompok threshold IMT ditambah elastic taping selama 4 minggu. Latihan nafas dilakukan dua kali per hari, 30 repetisi per kali, lima hari seminggu dengan tahanan 60% repetisi maksimal. Tahanan dinaikkan setiap minggu. Latihan lari dilakukan tiga kali seminggu dengan total jarak 10 Km per minggu di atas treadmill. Kapasitas paru di ukur menggunakan alat spirobank II sebelum perlakuan dan pada akhir minggu ke empat. Hasil: Kapasitas paru setelah latihan empat minggu pada kelompok threshold IMT tidak terdapat peningkatan bermakna kapasitas vital (p= 0,35), kapasitas vital paksa (p= 0,13) dan maximal voluntary ventilation (p= 0,15) sedangkan kelompok threshold IMT + elastic taping terdapat peningkatan bermakna kapasitas vital paksa (p= 0,01), namun tidak terdapat peningkatan bermakna kapasitas vital (p= 0,05) dan maximal voluntary ventilation (p= 0,96). Peningkatan kapasitas paru antara kedua kelompok tidak terdapat perbedaan bermakna. Kesimpulan: Hasil penelitian ini menunjukkan peningkatan yang tidak bermakna dapat disebabkan oleh durasi latihan yang hanya empat minggu. Efek peningkatan dapat dicapai dalam waktu empat-delapan minggu, namun hasil maksimal latihan dan adaptasi yang lebih besar didapatkan setelah latihan delapan minggu.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKA KK PPDS.IFR. 07-19 Per e
Uncontrolled Keywords: Threshold Inspiratory muscle training, elastic taping, kapasitas paru, pelari rekreasional
Subjects: R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology > Including massage, exercise, occupational therapy, hydrotherapy, phototherapy, radiotherapy, thermotherapy, electrotherapy
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > Ilmu Fisik & Rehab
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Didik Permadi, 01148166306UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorS. M. Mei Wulan, Dr., dr. Sp.KFR(K)UNSPECIFIED
ContributorAndriati, dr, Sp. KFR(K)UNSPECIFIED
ContributorDaniel Maranatha, Dr., dr, Sp. P(K)UNSPECIFIED
Depositing User: Tatik Poedjijarti
Date Deposited: 05 Apr 2019 09:20
Last Modified: 05 Apr 2019 09:20
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/81668
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item