KETAHANAN PANGAN, ASUPAN GIZI, DAN MINIMUM ACCEPTABLE DIET SEBAGAI FAKTOR RISIKO STUNTING PADA BALITA DI KECAMATAN WILANGAN, KABUPATEN NGANJUK

DESSY NUR FADZILA, 101411231039 (2019) KETAHANAN PANGAN, ASUPAN GIZI, DAN MINIMUM ACCEPTABLE DIET SEBAGAI FAKTOR RISIKO STUNTING PADA BALITA DI KECAMATAN WILANGAN, KABUPATEN NGANJUK. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (Abstrak)
FKM.GZ. 16-19 Fad k Abstrak.pdf

Download (26kB)
[img] Text (Fulltext)
FKM.GZ. 16-19 Fad k.pdf
Restricted to Registered users only until 23 April 2022.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah gizi yang terjadi secara kronis. Banyak faktor yang mempengaruhi stunting, seperti asupan makanan, kondisi ketahanan pangan rumah tangga, dan kondisi sosial-ekonomi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kondisi ketahanan pangan, asupan gizi, dan minimum acceptable diet terhadap stunting pada baduta di Kecamatan Wilangan, Nganjuk. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan menggunakan desain penelitian kasus kontrol. Subjek penelitian adalah anak berusia 6-23 bulan di Wilangan, Kabupaten Nganjuk. Sampel penelitian sebesar 72 baduta yang terdiri dari 36 baduta stunting dan 36 baduta non-stunting yang dipilih dengan menggunakan metode simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode recall 24 jam selama 3 kali dan United State Household Food Security Survey Module (US-HFSSM). Analisis data yang digunakan adalah uji chi-square dan uji korelasi spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar baduta stunting berjenis kelamin laki-laki dan berusia 12-23 bulan. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin (p=0,344), pendidikan ayah (p=0,286), pendidikan ibu (p=0,097), pekerjaan ayah (p=0,275), pekerjaan ibu (p=0,392), pendapatan orang tua (p=0,933), asupan energi (p=0,535), asupan protein (p=0,893), asupan lemak (p=0,511), dan minimum acceptable diet (p=1) dengan stunting. Sedangkan usia baduta (p=0,02), asupan karbohidrat (p=0,026), dan ketahanan pangan rumah tangga (p=0,041) menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dengan stunting. Kesimpulan penelitian ini yaitu semakin rendah asupan karbohidrat dan tingkat ketahanan pangan rumah tangga maka risiko terjadinya stunting semakin meningkat. Guna mencegah stunting, ibu baduta diharapkan lebih memperhatikan asupan makanan baduta. Selain itu diharapkan kepada pihak puskesmas dan pemerintah memberikan penyuluhan guna menambah pengetahuan ibu baduta terkait gizi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM.GZ. 16-19 Fad k
Uncontrolled Keywords: Pendek, asupan gizi, ketahanan pangan rumah tangga
Subjects: T Technology > TX Home economics > TX341-641 Nutrition. Foods and food supply
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat > Program Studi Gizi
Creators:
CreatorsEmail
DESSY NUR FADZILA, 101411231039UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorTrias Mahmudiono, S.KM., M.PH., GCAS.,Ph.DUNSPECIFIED
Depositing User: Tatik Poedjijarti
Date Deposited: 23 Apr 2019 11:12
Last Modified: 23 Apr 2019 11:12
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/81952
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item