ASPEK PRAGMATISME DALAM KEBIJAKAN PINTU TERBUKA JERMAN TERHADAP PENGUNGSI TIMUR TENGAH: SOLUSI GREY POPULATION

NADIA KHANSA SALSABILA, 071511233031 (2019) ASPEK PRAGMATISME DALAM KEBIJAKAN PINTU TERBUKA JERMAN TERHADAP PENGUNGSI TIMUR TENGAH: SOLUSI GREY POPULATION. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (ABSTRAK)
ABSTRAK_Fis.HI.06 19 Sal a.pdf

Download (106kB)
[img] Text (FULLTEXT)
FULLTEXT_Fis.HI.06 19 Sal a.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text (JURNAL)
JURNAL_Fis.HI.06 19 Sal a.pdf

Download (197kB)
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Pada tahun 2015, krisis pengungsi yang terjadi di Uni Eropa akibat terjadinya perang di Timur Tengah melatarbelakangi pengambilan kebijakan pintu terbuka Jerman. Kebijakan ini telah diterapkan sejak awal kedatangan pengungsi ke Uni Eropa dan tetap dipertahankan meskipun negara-negara Uni Eropa lain mulai menutup perbatasannya. Dalam perjalanannya, kebijakan pintu terbuka juga menuai kontroversi dengan adanya kritik keras dari internal negara dan opini negatif publik, namun kebijakan pintu terbuka tetap dipertahankan. Dengan demikian, terdapat anomali dari keterbukaan sikap Jerman, dan keunikan tersebut memunculkan pertanyaan terkait dasar legitimasi Jerman dalam mempertahankan kebijakan pintu terbuka yang selama ini selalu menonjolkan sisi dan ide-ide humanitarianisme. Oleh karena itu, penelitian ini berusaha melihat aspek lain dalam kebijakan pintu terbuka sebagai kebijakan luar negeri Jerman, yaitu aspek pragmatisme berdasarkan konsiderasi persoalan demografi terkait grey population yang berdampak negatif pada stabilitas dan prospek perekonomian Jerman. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode eksplanatif untuk menjelaskan motif atau alasan yang mendasari Jerman dalam mengambil dan mempertahankan kebijakan pintu terbuka. Penulis juga menggunakan kerangka pemikiran kebijakan luar negeri dan migrasi serta imigran sebagai solusi grey population. Berdasarkan metode dan kerangka pemikiran tersebut, penulis memiliki tesis bahwa alasan Jerman mengambil dan mempertahankan kebijakan pintu terbuka adalah sebagai solusi untuk membantu mengatasi persoalan grey population dalam konteks demografi dan ekonomi. Kebijakan pintu terbuka dapat menjadi solusi grey population melalui pemanfaatan pengungsi, yang termasuk imigran, sebagai tenaga kerja produktif dan tax payer di Jerman.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 Fis.HI.06/19 Sal a
Uncontrolled Keywords: Kebijakan Pintu Terbuka, Jerman, Pengungsi, Timur Tengah, Pragmatisme, Grey Population, Imigran, Tenaga Kerja Produktif, Tax Payer
Subjects: J Political Science > JZ International relations > JZ5-6530 International relations > JZ1249-1254 Relation to other disciplines and topics
J Political Science > JZ International relations > JZ5-6530 International relations > JZ1305-2060 Scope of international relations. Political theory. Diplomacy
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
NADIA KHANSA SALSABILA, 071511233031UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorSiti Rokhmawati Susanto, Dr., Phil., S.IP., M.IR.UNSPECIFIED
Depositing User: Mrs Nadia Tsaurah
Date Deposited: 26 Apr 2019 00:54
Last Modified: 26 Apr 2019 00:54
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/82009
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item