PENGARUH BERBAGAI MACAM LAMA KEJUT SUHU PANAS DAN WAKTU AWAL KEJUT TERHADAP DAYA TETAS TELUR, ABNORMALITAS DAN WAKTU PENYERAPAN KUNING TELUR PADA LARVA IKAN WADER CAKUL (Puntius binotatus)

MA’RUF AHMADI, 141411133014 (2019) PENGARUH BERBAGAI MACAM LAMA KEJUT SUHU PANAS DAN WAKTU AWAL KEJUT TERHADAP DAYA TETAS TELUR, ABNORMALITAS DAN WAKTU PENYERAPAN KUNING TELUR PADA LARVA IKAN WADER CAKUL (Puntius binotatus). Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (Abstrak)
PK.BP. 63-19 Ahm p Abstrak.pdf

Download (240kB)
[img] Text (Fulltext)
PK.BP. 63-19 Ahm p.pdf
Restricted to Registered users only until 2 May 2022.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Ikan wader cakul (Puntius binotatus) merupakan salah satu ikan endemik Indonesia yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Ikan wader cakul memiliki beberapa kelebihan seperti mudah dibudidayakan dan dapat dipelihara pada perairan dengan kandungan oksigen yang rendah. Keunggulan ini menyebabkan meningkatnya permintaan konsumsi ikan wader cakul, khususnya di pulau Jawa, Sumatra, dan Kalimantan. Akan tetapi, pertumbuhan ikan wader cakul yang lambat menjadikan budidaya ikan wader cakul masih di bawah budidaya komoditas perikanan yang lain, hal ini mengakibatkan permintaan ikan wader di pasar tidak seiring dengan peningkatan produksi.Salah satu pengembangan teknologi untuk meningkatkan hasil produksi dari budidaya ikan Puntius binotatus yakni metode manipulasi kromosom. Penelitian ini dilaksanakan di Unit Pelaksana Teknis Pengembangan Budidaya Air Tawar (PBAT) Umbulan, Pasuruan, Jawa Timur. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari – September 2018. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Metode model eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Faktor pertama adalah perlakuan umur embrio yaitu 3, 4 dan 5 menit setelah fertilisasi. Telur ikan dalam saringan dimasukkan ke dalam styrofoam dengan suhu air 40 oC dan faktor pertama adalah perlakuan lama kejut suhu panas yaitu 1, 1,5 dan 2 menit untuk masing-masing umur embrio. Faktor kedua adalah waktu awal kejut panas yang terdiri atas 3, 4 dan 5 menit setelah fertilisasi. Masing masing kombinasi diulang sebanyak tiga kali, sehingga diperoleh 27 satuan percobaan 3 perlakuan control. Hasil penelitian daya tetas larva ikan wader cakul menunjukkan bahwa perlakuan tertinggi terjadi pada perlakuan dengan lama kejut 1 menit dan waktu awal kejut 3 menit setelah fertilisasi sebesar 83,52±2,6g, Penelitian abnormalitas pada larva ikan wader cakul menunjukkan bahwa abnormalitas tertinggi terjadi pada perlakuan waktu awal kejut 4 dengan lama kejut 1,5 menit sebesar 23,92±4,7b . Dan Hasil penelitian waktu penyerapan kuning telur larva ikan wader cakul menunjukkan bahwa waktu penyerapan kuning yang terbaik pada perlakuan 3 menit setelah fertilisasi dan lama kejut 1,5 menit sebesar 75,81±1,4b.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK PK.BP. 63-19 Ahm p
Uncontrolled Keywords: Lama Kejut, Suhu Panas, Waktu Awal Kejut, Daya Tetas Telur, Abnormalitas, Waktu Penyerapan, Kuning Telur, Larva, Ikan Wader Cakul (Puntius binotatus)
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling > SH1-691 Aquaculture. Fisheries. Angling
Divisions: 14. Fakultas Perikanan dan Kelautan
Creators:
CreatorsEmail
MA’RUF AHMADI, 141411133014UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorAkhmad Taufiq Mukti,, Dr., S.Pi., M.SiUNSPECIFIED
ContributorWidjiati, Dr., M.Si., drhUNSPECIFIED
Depositing User: Tatik Poedjijarti
Date Deposited: 02 May 2019 07:42
Last Modified: 02 May 2019 07:42
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/82165
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item