ASOSIASI ANTARA KADAR IL-23 SERUM DENGAN SKOR DAPSA PADA PASIEN ARTRITIS PSORIATIK DI RSUD DR SOETOMO SURABAYA Penelitian Analisis Observasional Cross Sectional Di RSUD dr Soetomo Surabaya

AFIF AMRULLAH ROMDLONI, 011318026304 (2019) ASOSIASI ANTARA KADAR IL-23 SERUM DENGAN SKOR DAPSA PADA PASIEN ARTRITIS PSORIATIK DI RSUD DR SOETOMO SURABAYA Penelitian Analisis Observasional Cross Sectional Di RSUD dr Soetomo Surabaya. Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (Abstrak)
PPDS.IPD. 10-19 Rom a Abstrak.pdf

Download (59kB)
[img] Text (Fulltext)
PPDS.IPD. 10-19 Rom a.pdf
Restricted to Registered users only until 9 May 2022.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Latar Belakang: Mortalitas pasien Artritis Psoriatik 1,21-1,89 kali lebih tinggi dibandingkan populasi umum. Patogenesis Artritis Psoriatik sampai saat ini belum sepenuhnya dimengerti. TNF-α memiliki peran penting dalam patogenesis Artritis Psoriatik walaupun tidak semua penderita memberikan respon terhadap pemberian anti TNF-α. IL-23 merupakan sitokin yang berperan penting dalam patogenesis Artritis Psoriatik. Hubungan antara kadar IL-23 serum dengan aktivitas penyakit Artritis Psoriatik belum banyak diketahui. Tujuan: Menentukan asosiasi kadar IL-23 serum dengan aktivitas penyakit menggunakan skor DAPSA pada pasien Artritis Psoriatik di Instalasi Rawat Jalan Reumatologi RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Metode: Penelitian observasional analitik cross sectional melibatkan 32 subyek pasien baru Artritis Psoriatik yang didiagnosis berdasarkan CASPAR. Populasi penelitian adalah pasien Artritis Psoriatik di Instalasi Rawat Jalan RSUD Dr Soetomo Surabaya. Pemeriksaan kadar IL-23 serum menggunakan metode ELISA dengan reagen ElabsienceR . Aktivitas penyakit diukur menggunakan skor DAPSA dinyatakan remisi (skor 0-4), ringan (skor> 4-14), sedang (skor >14 -28), berat (skor > 28). Hasil: Subyek penelitian 32 pasien, 9 subyek laki-laki dan 23 subyek perempuan. Umur median 51 tahun, umur terendah 17 tahun dan umur tertinggi 60 tahun. Presentasi klinis didapatkan poliartritis simetris 16 subyek (50%), oligoartritis asimetris 13 subyek (13%), predominan DIP 7 subyek (21,87%) dan predominan spondyloartritis (tipe aksial) 3 subyek (9,37%). Skor DAPSA median 21,6 (4,10- 58,10). Kadar IL-23 serum median 111,79 pg/mL (27,54-3963). Didapatkan 23 subyek (71,87%) dengan aktivitas penyakit sedang memiliki kadar IL-23 serum median 94,62 pg/mL. Didapatkan asosiasi bermakna antara kadar IL-23 serum dengan skor DAPSA (p = 0,006, r = 0,472). Kesimpulan: Kadar IL-23 serum memiliki asosiasi yang bermakna dengan aktivitas penyakit menggunakan skor DAPSA.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKA KK PPDS.IPD. 10-19 Rom a
Uncontrolled Keywords: Artritis Psoriatik, aktivitas penyakit, IL-23
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine > RC31-1245 Internal medicine
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > Ilmu Penyakit Dalam
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
AFIF AMRULLAH ROMDLONI, 011318026304UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorLita Diah Rahmawati, dr, SpPD,KRUNSPECIFIED
ContributorJoewono Soeroso, Prof. Dr., dr., MSc, Sp.PD, KRUNSPECIFIED
Depositing User: Tatik Poedjijarti
Date Deposited: 09 May 2019 08:49
Last Modified: 09 May 2019 08:49
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/82255
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item