KALIMAT IMPERATIF DALAM INTERAKSI SOSIAL DI BENGKEL AUTOFOCUS SURABAYA KAJIAN SOSIOPRAGMATIK

SYAVINA AMALIA PUTRI, 121511133013 (2019) KALIMAT IMPERATIF DALAM INTERAKSI SOSIAL DI BENGKEL AUTOFOCUS SURABAYA KAJIAN SOSIOPRAGMATIK. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (Abstrak)
FS.BI. 25-19 Put k Abstrak.pdf

Download (24kB)
[img] Text (Fulltext)
FS.BI. 25-19 Put k.pdf
Restricted to Registered users only until 14 May 2022.

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Pekerja aktif Bengkel Autofocus Surabaya memiliki keunikan, yakni adanya hubungan keluarga antara pekerja aktif Bengkel Autofocus Surabaya, baik yang menduduki posisi pekerjaan yang sama ataupun berbeda, serta adanya sistem sosial dalam hal pembagian kerja menurut gender. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penanda/pemarkah kalimat imperatif dan fungsi tuturan imperatif ditinjau dari konteks sosial dalam interaksi sosial Bengkel Autofocus Surabaya. Penelitian ini menggunakan kajian sosiopragmatik, teori yang digunakan oleh peneliti meliputi makna-makna imperatif menurut Kunjana Rahardi dan konteks sosial menurut Van Dijk. Metode penelitian ini adalah deskripsi kualitatif dengan mendeskripsikan objek penelitian lisan. Pengumpulan data dengan teknik simak bebas libat cakap, yaitu menyimak penggunaan bahasa tanpa terlibat dalam pembicaraan sehingga data bahasa murni tanpa campur tangan peneliti ditunjang dengan teknik rekam disertai teknik catat dan metode wawancara. Analisis penelitian menggunakan metode analisis data secara kualitatif terhadap data-data yang berhasil dikumpulkan dan diperoleh di lapangan berupa deskripsi dan tabel. Hasil penelitian menunjukkan (1) penanda kalimat imperatif dalam interaksi sosial Bengkel Autofocus Surabaya dibagi menjadi dua yaitu penanda kalimat imperatif aktif (penanda kalimat imperatif aktif transitif (33 tuturan) dan penanda kalimat imperatif aktif intransitif (22 tuturan)) dan penanda kalimat imperatif pasif (15 tuturan), dan (2) fungsi tuturan imperatif ditinjau dari konteks sosial meliputi fungsi perintah (29 tuturan), suruhan (5 tuturan), desakan (3 tuturan), permintaan (19 tuturan), instruksi (5 tuturan), larangan (1 tuturan), pemberian izin (2 tuturan), himbauan (1), persilahan (1 tuturan), anjuran (3 tuturan), ajakan (1 tuturan), dan peringatan (1 tuturan). Partisipan tutur memiliki hubungan keluarga dan teman (rekan kerja). Aksi sosial yang berlangsung berasal dari individu untuk membantu individu lain.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FS.BI. 25-19 Put k
Uncontrolled Keywords: Penanda kalimat imperatif, fungsi imperatif, sosiopragmatik, pekerja bengkel Autofocus, konteks sosial.
Subjects: P Language and Literature > P Philology. Linguistics > P101-410 Language. Linguistic theory. Comparative grammar
Divisions: 12. Fakultas Ilmu Budaya > Sastra Indonesia
Creators:
CreatorsEmail
SYAVINA AMALIA PUTRI, 121511133013UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorDwi Handayani, Dra., M.Hum.UNSPECIFIED
Depositing User: Tatik Poedjijarti
Date Deposited: 14 May 2019 07:56
Last Modified: 14 May 2019 07:56
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/82355
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item