PEMAKAIAN TINGKAT TUTUR BAHASA MADURA DI KALANGAN MASYARAKAT DESA BÂRUH KECAMATAN SAMPANG KABUPATEN SAMPANG: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK

NURIS AIMMAH AGUSTIN, 121511133030 (2019) PEMAKAIAN TINGKAT TUTUR BAHASA MADURA DI KALANGAN MASYARAKAT DESA BÂRUH KECAMATAN SAMPANG KABUPATEN SAMPANG: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (Abstrak)
FS.BI. 27-19 Agu p Abstrak.pdf

Download (76kB)
[img] Text (Fulltext)
FS.BI. 27-19 Agu p.pdf
Restricted to Registered users only until 15 May 2022.

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang “Pemakaian Tingkat Tutur Bahasa Madura di Kalangan Masyarakat Desa Bâruh Kecamatan Sampang Kabupaten Sampang: Kajian Sosiolinguistik” ini bertujuan mendeskripsikan Tingkat Tutur Bahasa Madura pada interaksi masyarakat Desa Bâruh Kecamatan Sampang Kabupaten Sampang. Teori yang digunakan pada penelitian ini yaitu teori sosiolinguistik oleh Hymes yang sering disebut dengan SPEAKING melalui delapan komponen tuturan dan juga Tingkat Tutur Bahasa (Speech Levels) Bahasa Madura. Metode yang digunakan pada penelitian ini merupakan metode deskriptif kualitatif, adalah penelitian yang mengandalkan penguraian berupa kata dan kalimat, yang telah disusun dengan sistematis melalui penggambaran atau penjelasan keadaan objek yang sesuai dengan kondisi dan situasi ketika penelitian sedang dilakukan. Bahasa Madura memiliki beberapa ciri atau keunikan tertentu yang tidak ada pada bahasabahasa daerah lainnya termasuk bahasa Indonesia, sebenarnya di dalam bahasa Madura terdapat bentuk-bentuk linguistik yang tidak dimiliki, berbeda fungsinya dan tidak ada kesamaannya dengan bahasa-bahasa daerah meskipun dalam kelompoknya. Masyarakat Desa Bâruh menggunakan tiga tingkatan bahasa Madura, yaitu Tingkat Bahasa Umum (iyâ-enjâ’) = Lomra {L}, Tingkat Bahasa Menengah (Engghi-enten) = Tenggaan {T}, dan Tingkat Bahasa Tinggi/Halus (Èngghibhunten) = Alos {A}. Umumnya masyakarat setempat lebih sering menggunakan model bahasa iyâ-enjâ’ {L} dalam berkomunikasi sehari-hari, salah satu contohnya dalam lingkungan tiap-tiap keluarga yang berbeda mulai dari keluarga wirausaha, keluarga pegawai negeri sipil, keluarga swasta, keluarga petani, dan keluaraga pesantren memiliki penggunaan tingkatan bahasa yang berbeda-beda. Hal ini terjadi karena faktor usia, kedekatan, jenis kelamin, jabatan/status sosial, tingkat ekonomi, lingkungan keluarga, lingkungan umum, pendidikan, pekerjaan, dan juga sejauh mana mereka pergi. Salah satu faktor terjadinya klasifikasi bahasa adalah pendidikan, kegamaan, dan letak geografis.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FS.BI. 27-19 Agu p
Uncontrolled Keywords: Tingkatan tutur, bahasa Madura, sosiolinguistik, klasifikasi bahasa.
Subjects: P Language and Literature > P Philology. Linguistics > P101-410 Language. Linguistic theory. Comparative grammar
Divisions: 12. Fakultas Ilmu Budaya > Sastra Indonesia
Creators:
CreatorsEmail
NURIS AIMMAH AGUSTIN, 121511133030UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorDwi Handayani, Dra., M.HumUNSPECIFIED
Depositing User: Tatik Poedjijarti
Date Deposited: 15 May 2019 01:26
Last Modified: 15 May 2019 01:26
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/82369
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item