ANALISA YURIDIS TENTANG SELEBGRAM SEBAGAI PELAKU USAHA PERIKLANAN

RAHMANIA FATHORANI, 031511133164 (2019) ANALISA YURIDIS TENTANG SELEBGRAM SEBAGAI PELAKU USAHA PERIKLANAN. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (Abstrak)
FH. 170-19 Fat a Abstrak.pdf

Download (16kB)
[img] Text (Fulltext)
FH. 170-19 Fat a.pdf
Restricted to Registered users only until 27 May 2022.

Download (726kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Iklan dimaknai sebagai suatu informasi yang bersifat nonpersonal atau publik dan komersial mengenai suatu produk dan/atau jasa yang bertujuan bukan hanya untuk menawarkan dan memasarkan produk namun juga untuk memengaruhi konsumen. Perkembangan zaman membawa konsekuensi bentuk iklan semakin beragam apalagi dengan kehadiran internet dan media sosial. Keberadaan media sosial Instagram memberi kesempatan bagi tokoh baru bernama selebgram untuk menjadi salah satu penyalur iklan dan memproduksi suatu iklan. Selebgram sebagai tokoh yang lahir dari semakin meningkatnya pengguna Instagram turut melakukan perannya dalam menghasilkan suatu iklan yang dilakukan di akun pribadinya. Pengaturan mengenai iklan sendiri termuat dalam Undang-Undang Perlindungan Konsumen dan Etika Pariwara Indonesia yang didalamnya menyebutkan bahwa iklan dibuat oleh suatu perusahaan periklanan yang termasuk dalam pelaku usaha perikalanan. Pelaku usaha periklanan memiliki tanggung jawab atas iklan yang diproduksinya tersebut, bahkan didalam Undang-Undang Perlindungan Konsumen juga disebutkan apabila pelaku usaha periklanan melanggar ketentuan tersebut dapat dikenai sanksi administratif seperti terdapat pada Pasal 60 Undang-Undang Perlindungan Konsumen. Kesaksian atau testimoni produk merupakan salah satu cara yang dilakukan agar iklan menjadi menarik, begitu pula dengan yang dilakukan selebgram dalam melakukan iklan di akun Instagram pribadinya. Permasalahan yang muncul adalah bagaimana apabila dari testimoni tersebut ada konsumen yang dirugikan sementara selebgram tidak disebutkan sebagai yang termasuk dalam pihak-pihak dalam periklanan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan tipe penelitian legal research, dan menggunakan metode statute approach, conceptual approach, dan case approach. Hasil penelitian menunjukan bahwa selebgram yang melakukan endorsement melakukan peran sebagaimana perusahaan periklanan memproduksi suatu iklan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FH. 170-19 Fat a
Uncontrolled Keywords: Iklan, Media Sosial Instagram, Selebgram, Iklan Testimonial, Pelaku Usaha Periklanan.
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5801-6182 Advertising
Divisions: 03. Fakultas Hukum
Creators:
CreatorsEmail
RAHMANIA FATHORANI, 031511133164UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorDian Purnama Anugerah, S.H., M.Kn., LL.M.UNSPECIFIED
Depositing User: Tatik Poedjijarti
Date Deposited: 27 May 2019 08:05
Last Modified: 27 May 2019 08:05
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/82891
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item