HUBUNGAN KENAIKAN BERAT BADAN IBU HAMIL TRIMESTER II DAN III DENGAN KEJADIAN PREEKLAMPSIA DI PUSKESMAS SIDOTOPO WETAN SURABAYA OKTOBER 2017-2018

Lilis Kurniawati, NIM011711223002 (2019) HUBUNGAN KENAIKAN BERAT BADAN IBU HAMIL TRIMESTER II DAN III DENGAN KEJADIAN PREEKLAMPSIA DI PUSKESMAS SIDOTOPO WETAN SURABAYA OKTOBER 2017-2018. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (Abstrak)
FK.BID. 11-19 Kur h Abstrak.pdf

Download (74kB)
[img] Text (Fulltext)
FK.BID. 11-19 Kur h.pdf
Restricted to Registered users only until 31 May 2022.

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Latar Belakang: Angka kejadian preeklampsia masih tinggi di Jawa Timur yaitu sebesar 28,29% dimana kejadian tertinggi didapatkan di Puskesmas Sidotopo Wetan Surabaya. Penyebab preeklampsia belum diketahui secara pasti namun salah satunya adalah peningkatan berat badan selama hamil yang dapat meningkatkan risiko kejadian preeklampsia 2,53 kali. Kenaikan berat badan sangat erat kaitannya dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) sebelum hamil sehingga Institute of Medicine (IOM) menentukan batasan kenaikan berat badan pada trimester II dan III. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan kenaikan berat badan ibu hamil dengan kejadian preeklampsia. Metode: Penelitian cross sectional ini dilakukan di Puskesmas Sidotopo Wetan Surabaya dengan menggunakan 11 rekam medik ibu hamil trimester II dan 52 rekam medik ibu hamil trimester III. Variabel bebasnya adalah kenaikan berat badan ibu hamil dan variabel terikatnya adalah kejadian preeklampsia. Sampel penelitian diambil selama periode Oktober 2017-2018 dengan menggunakan teknik simple random sampling. Penilaian yang dilakukan adalah kenaikan berat badan ibu hamil tiap minggu dibandingkan dengan IMT sebelum hamil dengan menggunakan standar IOM. Penentuan hubungan kedua variabel dengan menggunakan Uji Fisher’s Exact dan Chi Square pada tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil: Sebesar 39,7% responden terdiagnosa preeklampsia dengan usia lebih dari 35 tahun (63,6%), primigravida (47,1%), dan obese (69,2%). Kejadiaan preeklampsia pada trimester II sebesar 83,3% dan pada trimester III sebesar 60% dengan kenaikan berat badan yang tidak normal. Kenaikan berat badan ibu hamil berhubungan dengan preeklampsia (p=0,015) pada trimester II dan (p=0,0001) pada trimester III. Kesimpulan: Kenaikan berat badan ibu hamil trimester II dan III berhubungan dengan kejadian preeklampsia.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKA KK FK.BID. 11-19 Kur h
Uncontrolled Keywords: Preeklampsia, Indeks Massa Tubuh (IMT), Kenaikan Berat Badan, Trimester II dan III.
Subjects: R Medicine > RG Gynecology and obstetrics > RG1-991 Gynecology and obstetrics > RG500-991 Obstetrics > RG551-591 Pregnancy
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > Pendidikan Bidan
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Lilis Kurniawati, NIM011711223002NIM011711223002
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorErnawati, Dr., dr., Sp., OG (K)UNSPECIFIED
ContributorSri Umijati, Dr., dr. MSUNSPECIFIED
Depositing User: Tatik Poedjijarti
Date Deposited: 31 May 2019 01:53
Last Modified: 31 May 2019 01:53
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/83054
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item