PENGALAMAN IBU DALAM MERAWAT ANAK BALITA USIA 6 – 24 BULAN DENGAN STATUS GIZI BURUK DI KECAMATAN SUKOMANUNGGAL KOTA SURABAYA

Melantika Nur Fitria Syahri, NIM011511233020 (2019) PENGALAMAN IBU DALAM MERAWAT ANAK BALITA USIA 6 – 24 BULAN DENGAN STATUS GIZI BURUK DI KECAMATAN SUKOMANUNGGAL KOTA SURABAYA. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (Abstrak)
FK.BID. 12-19 Sya p Abstrak.pdf

Download (19kB)
[img] Text (Fulltext)
FK.BID. 12-19 Sya p.pdf
Restricted to Registered users only until 31 May 2022.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Latar Belakang : Gizi buruk adalah masalah kesehatan penyumbang angka morbiditas dan mortalitas pada anak. Dinas Kesehatan Kota Surabaya menyatakan kasus gizi buruk secara 100% telah teratasi. Fakta menunjukkan bahwa di kecamatan Sukomanunggal mengalami peningkatan angka gizi buruk. Pemerintah telah melakukan upaya perbaikan melalui program - programnya, tetapi kualitas perawatan dan pola asuh ibu belum diketahui. Oleh karena itu dilakukanlah penelitian untuk mengeksplorasi pengalaman ibu dalam merawat anak balita usia 6 - 24 bulan dengan status gizi buruk post diagnosis di kecamatan Sukomanunggal kota Surabaya. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Jumlah partisipan sebanyak 15 partisipan dan dipilih menggunakan metode purposive sampling. Variabel dalam penelitian ini adalah pengalaman ibu. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam (indepth interview) dilengkapi dengan catatan lapangan. Hasil : Hasil penelitian didapatkan (53%) ibu mengubah pola pemberian makan (jumlah, menu, frekuensi) dan dari (53%) (83,3%) memberikan makanan secara aktif dan responsif. Ibu memiliki persepsi bahwa masalah gizi pada balita disebabkan faktor keturunan (60%) dan faktor nafsu makan (40%). Ibu memberikan makanan tambahan (selingan) berupa snack sehat (80%) dan makanan ringan (20%). Ibu tidak memberikan vitamin kepada balitanya (53%). Ibu memiliki pola PHBS yang baik, yaitu (87%) balita tidak memiliki kebiasaan memasukkan barang yang dipegangnya ke mulut dan (53%) ibu mengajari serta membiasakan balita mencuci tangan dengan baik dan benar. Ibu memiliki tingkat kepatuhan yang baik terhadap program puskesmas, yaitu (73%) ibu rutin membawa balitanya ke posyandu, (67%) ibu patuh memberikan PMT-P, (87%) ibu mengimunisasikan balita secara lengkap, dan 54% ibu memberikan obat cacing rutin kepada balitanya. Tetapi hanya (26%) ibu yang melakukan konsultasi ke tenaga kesehatan. Kesimpulan : Perawatan yang dilakukan oleh ibu terhadap balitanya yang mengalami gizi buruk, yaitu : melakukan perubahan pola pemberian makan dengan strategi praktik pemberian makan yang aktif dan responsif, memberikan makanan tambahan (selingan) berupa snack sehat yang berbahan lokal serta mengurangi konsumsi makanan ringan yang berlebihan, menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada anak, patuh terhadap program puskesmas dan melakukan konsultasi lebih lanjut ke tenaga kesehatan untuk mengetahui penyebab pasti masalah gizi pada balita dan solusinya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKA KK FK.BID. 12-19 Sya p
Uncontrolled Keywords: Status Gizi, Balita, Gizi buruk, Pemberian Makanan
Subjects: T Technology > TX Home economics > TX341-641 Nutrition. Foods and food supply
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > Pendidikan Bidan
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Melantika Nur Fitria Syahri, NIM011511233020NIM011511233020
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorTiyas Kusumaningrum, S. Kep., Ns., M.KepUNSPECIFIED
ContributorBagus Setyoboedi, Dr., dr., Sp.A(K)UNSPECIFIED
Depositing User: Tatik Poedjijarti
Date Deposited: 31 May 2019 02:24
Last Modified: 31 May 2019 02:24
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/83059
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item