PENGARUH TERAPI PASANGAN TERHADAP KADAR KORTISOL DAN SKALA CEMAS ISTRI PADA PASANGAN YANG MENGIKUTI PROGRAM IN VITRO FERTILIZATION (IVF)

Dina Elizabeth Sinaga, 011328186306 (2019) PENGARUH TERAPI PASANGAN TERHADAP KADAR KORTISOL DAN SKALA CEMAS ISTRI PADA PASANGAN YANG MENGIKUTI PROGRAM IN VITRO FERTILIZATION (IVF). Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (Abstrak)
PPDS.IKJ. 06-19 Sin p Abstrak.pdf

Download (23kB)
[img] Text (Fulltext)
PPDS.IKJ. 06-19 Sin p.pdf
Restricted to Registered users only until 21 June 2022.

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Kondisi cemas dapat meningkatkan hormon kortisol yang diduga berpengaruh pada keberhasilan proses IVF (In Vitro Fertilization). Terapi Pasangan (couples therapy) yang didasarkan pada pengenalan diri sendiri dan pasangan, pola hubungan serta harapan dari suatu hubungan merupakan salah satu intervensi psikologis yang dapat diberikan selama proses IVF untuk membantu menurunkan kecemasan. Tujuan: Membuktikan pengaruh pemberian Terapi Pasangan terhadap kadar kortisol dan skala cemas istri pada pasangan yang mengikuti program IVF di Klinik Fertilitas Graha Amerta RSUD Dr.Soetomo Surabaya. Metode: Studi eksperimental dengan menggunakan Randomized, Pretest Posttest Control Group Design. Subyek yang memenuhi kriteria dibagi menjadi dua kelompok secara random allocation. Perlakuan menggunakan modul percakapan suami istri yang dilakukan di rumah, dengan sesi tatap muka dan evaluasi sebanyak 4 kali, setiap sesi 45 menit, satu kali seminggu. Dilakukan tiga kali pengukuran cemas menggunakan psikometri HARS dan dua kali pengukuran kadar kortisol saliva. Hasil: Nilai awal HARS dan kortisol kedua kelompok tidak berbeda bermakna. Pada saat OPU, terjadi penurunan nilai HARS pada 63,2% responden di kelompok perlakuan dan 55,6% responden di kelompok kontrol. Pada akhir intervensi, terjadi penurunan nilai HARS pada 47,4% responden di kelompok perlakuan dan 22,2% di kelompok kontrol. Nilai kortisol saliva pada akhir intervensi menurun pada 15,8% responden di kelompok perlakuan dan 22,2% di kelompok kontrol. Simpulan: Terjadi penurunan nilai HARS akhir dan nilai HARS saat OPU pada lebih banyak responden yang mendapatkan intervensi Terapi Pasangan.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKA KK PPDS.IKJ. 06-19 Sin p
Uncontrolled Keywords: IVF, terapi pasangan, kecemasan, kortisol saliva
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine > RC0321 Neuroscience. Biological psychiatry. Neuropsychiatry
R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > Ilmu Kedokteran Jiwa
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Dina Elizabeth Sinaga, 011328186306UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorErikavitri Yulianti, dr, SpKJ (K)UNSPECIFIED
ContributorRelly Yanuari Primariawan, dr. SpOG(K)UNSPECIFIED
Depositing User: Tatik Poedjijarti
Date Deposited: 21 Jun 2019 01:20
Last Modified: 21 Jun 2019 01:20
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/83433
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item